USN Kolaka Gelar Pelatihan Pembuatan Nata de Coco

waktu baca 2 menit
USN Kolaka Berikan Pelatihan Pembuatan Nata de Coco.(Agus/Triaspolitika.id)

KOLAKA, TP – Tim Desa bersama Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggelar pelatihan pembuatan nata de coco.

Kegiatan tersebut di fasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan mitra Koperasi Produsen Komunitas Petani Kelapa Kolaka (KPK2) di desa Horongkuli Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Senin 20 September 2021 itu, bertempat di sanggar produksi KPK2 Kolaka.

Pelatihan pembuatan nata de coco merupakan bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan inovasi desa yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Horongkuli.

Apalagi, bahan produksi nata de coco berasal dari kelapa yang juga menjadi hasil pertanian pangan terbesar di wilayah tersebut.

USN Kolaka Berikan Pelatihan Pembuatan Nata de Coco.(Agus/Triaspolitika.id)

Koordinator Tim USN Kolaka Dr. Marlina Mustafa menjelaskan, pelatihan pembuatan nata de coco merupakan pelatihan awal bagi anggota koperasi dan masyarakat yang mana produksinya masih terbatas yang nantinya akan di lanjutkan oleh anggota koperasi setelah mengetahui cara membuat nata de coco.

‘’Harapan kami setelah mengetahui cara memproduksi nata de coco, anggota koperasi dapat meningkatkan produksinya pada skala yang lebih besar lagi,” jelas Dr. Marlina.

Kata Marlina, bahan-bahan dasar pembuatan nata de coco berupa air kelapa, gula pasir, urea/ZA, cuka dan bibit nata de coco.

Sedangkan proses pembuatan nata de coco kata dia sangat mudah, hanya saja proses untuk menjadi nata de coco membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar sepuluh hari setelah pembuatan.

Pembuatan nata de coco harus memperhatikan sterilasi bahan serta alat yang di gunakan dan suhu ruangan juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

‘’Dalam proses pelatihan pembuatan nata de coco tetap memperhatikan hal-hal penting yang nantinya akan menjadi standard produk nata de coco, jika di edarkan nantinya’’ jelas Marlina.

Sementara itu Ketua KPK2 Kolaka Andi Pasewa berharap ada keseriusan anggota koperasi dan masyarakat selama mengikuti pelatihan. Sebab, keseriusan menjadi nilai ekonomis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nantinya.

‘’Kita harapkan pelatihan ini berjalan sukses, agar nantinya bisa berdampak dalam meningkatkan pendapatan ekonomi warga,” imbuhnya.

Reporter: Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *