USN Kolaka Dorong Desa Gumanano Olah Batok Kelapa Jadi Briket Ekonomis

waktu baca 2 menit

BUTENG, TRIASPOLITIKA.ID – Tim dosen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.

Program ini menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi briket bernilai ekonomis yang diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kegiatan yang dipimpin oleh Edi Ilimu, S.Si., M.Si. mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan kelompok tani setempat. Kepala Desa Gumanano, Halidun, menyampaikan apresiasinya atas terobosan kreatif yang ditawarkan tim akademisi tersebut.

“Desa kami memiliki kelimpahan kelapa, namun selama ini limbah batoknya sering terbuang percuma. Dengan adanya pelatihan pembuatan briket ditambah bantuan teknologi, kami melihat peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, tim USN Kolaka menyerahkan berbagai peralatan produksi briket, mulai dari alat pembakar batok kelapa, mesin penghancur arang, mesin pengaduk adonan, hingga mesin pencetak briket.

Teknologi ini diharapkan membuat proses produksi lebih efisien, menghasilkan kualitas lebih baik, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Ketua Kelompok Tani, Amidun, menilai program ini selaras dengan kebutuhan petani yang selama ini hanya fokus pada penjualan kopra.

“Melalui briket batok kelapa, kami bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk dengan nilai jual bersaing. Bantuan mesin dari USN Kolaka sangat membantu kami memproduksi dalam jumlah lebih besar,” tuturnya.

Selain pelatihan teknis, tim dosen USN Kolaka juga membekali warga dengan strategi pemasaran dan pengelolaan usaha kecil berbasis komunitas. Dengan begitu, program ini tidak berhenti pada tahap produksi, melainkan berlanjut menjadi usaha berkelanjutan yang mampu memperkuat perekonomian desa.

Ketua tim, Edi Ilimu, menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan wujud peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa dari limbah pun bisa lahir berkah. Briket batok kelapa berpotensi besar sebagai energi alternatif sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi keluarga di Desa Gumanano,” jelasnya.

Program ini menjadi bukti sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.

Harapannya, Desa Gumanano dapat berkembang menjadi desa mandiri energi sekaligus produktif, dengan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.

  • Editor: Dekri