Usai Dikunjungi PJ. Bupati, Kades Umba Harap Pemkab Mubar Maksimalkan Potensi Pertanian di Desa

waktu baca 3 menit
PJ. Bupati Mubar, Bahri (pakayan tenun) bersama Kades Umba, La Ode Alwi Haidatul (memakai songkok) seusai giat panen cabe bersama petani Desa setempat. (Dedi/Triaspolitika.id)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Menindak lanjuti arahan Mendagri dan Menko Manves terkait upaya menekan laju inflasi pada sembako, PJ. Bupati Mubar, Bahri turun langsung ke lapangan guna memastikan ketersediaan bahan pokok tersebut, salah satunya kebun cabe di Desa Umba, Kecamatan Napano Kusambi, pada Minggu (4/9/2022).

“Hari ini kita meninjau langsung sekaligus panen cabe di Desa Umba. Ini bagian dari arahan dari Menteri Dalam Negeri maupun arahan langsung dari Menteri Marves, Pak Luhut, bahwa Bulan September akan terjadi kenaikan harga sembako, diantaranya cabe dan bawang merah. Cabe dan bawang merah ini menyumbang inflasi, jadi hari ini kita mengecek dan memastikan ketersediaannya serta distribusi ke pasar-pasar,” terang Bahri. Minggu (4/9/2022).

Pada kesempatan tersebut, Bahri mengatakan pihaknya juga diberi tugas untuk turun langsung mengintervensi harga sembako di pasaran untuk menekan inflasi.

“Inflasi akan naik ini, karena adanya kenaikan harga BBM juga, jadi semoga kita bisa antisipasi, kenaikan harganya kita bisa jaga antara lain kita lakukan operasi pasar ataupun petani-petani bisa menanam cabe dan bawang,” beber Bahri.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Umba, La Ode Alwi Haidatul mengutarakan bahwa sejak tahun 2020 lalu pihaknya sudah memperkenalkan budidaya tanaman cabe kepada masyarakat Desa setempat.

“Kami tanam cabe ini sejak 2020 lalu sekitar bulan Juli, pada saat itu saya sebagai Kepala Desa memberi contoh langsung kepada petani untuk bercocok tanam dengan fokus dan bisa merubah perekonomian desa,” terang Alwi sapaan akrabnya.

Untuk saat ini, Alwi mengaku para petani sudah antusias memanfaatkan lahar tidur untuk ditanami cabe, terong, jagung, dan lain-lain.

“Kalau digabungkan, luas lahan yang digunakan saat ini sekitar 7 sampai 10 hektar. Ada warga yang tanam 1/2 hektar, 1 hektar, bahkan ada yang 2 hektar, berfariasi. Kami selaku Pemdes terus mengedukasi petani untuk fokus menanam tanaman komoditas, berupa cabe, terong, jagung, ubi kayu, ubi jalar, labu dll, ini kita genjot lewat dana desa,” jelasnya.

Alwi juga menyebut dalam mengenjot usaha pertanian di Desanya ini juga mengalami tantangan, terutama dalam mengedukasi warganyaa di golongan kaum milenial.

“Yang sulit ini mengedukasi masyarakat, utamanya kaum milenial untuk tidak malu-malu menjadi petani, dan merubah mindset mereka bahwa petani itu rendahan, padahal sebenarnya kalau fokus pada beberapa komoditas unggulan yang banyak dicari di pasaran, kita bisa sukses di bidang pertanian ini. Jadi ini salah satu tantangan kami,” bebernya.

Alumni STIP Wuna Raha ini berharap kepada para petani di Desa dan Juga pada Pemkab Mubar melihat dengan jeli untuk meningkatkan potensi pertanian yang ada di Desa Umba.

“Pemdes berharap semua lahan tidur yg ada di Desa Umba untuk segera digarap dengan baik supaya potensi pertanian bisa dimaksimalkan, kemudian bisa memanajemen cost mulai dari pembersihan, pemagaran, penanaman sampai pada pasca panen, kemudian menghitung hasil panen, supaya bisa ditahu untung dari komoditas yg ditanam,” harap Alwi

“Kami juga berharap pada Pemkab Mubar untuk mendatangkan tenaga ahli pertanian dari kampus-kampus ternama di Indonesia, supaya melihat, merumuskan potensi pertanian maupun potensi pasar, yg ada di Mubar khususnya di Desa Umba, kemudian peningkatan mekanisasi pertanian sebagai bentuk efisienssi tenaga manusia, Insya Allah Mubar akan surplus pangan di kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *