Smelter Merah Putih Dorong Peningkatan Dana Bagi Hasil Tambang Kolaka Hingga Rp900 Miliar
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID — Bupati Kolaka Amri Djamaluddin menyebut kehadiran smelter “Merah Putih” milik PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) sebagai momentum bersejarah yang memberikan dampak nyata bagi pendapatan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dana bagi hasil dari sektor pertambangan yang diterima Pemda Kolaka tahun ini meningkat signifikan hingga mencapai Rp900 miliar.
Hal tersebut disampaikan Amri saat menghadiri seremoni ekspor perdana feronikel produksi Ceria Corp yang dikirim secara simbolik melalui 10 kontainer dari total 65 kontainer ke pasar Asia, Sabtu (5/7).
“Selama 46 tahun hidup di Kolaka, saya hanya mendengar bahwa daerah ini memiliki feronikel, namun belum pernah melihat wujudnya. Kini, melalui kehadiran smelter Merah Putih, saya menyaksikan langsung hasilnya. Ini tonggak sejarah bagi Kabupaten Kolaka,” ujar Amri.
Menurut Amri, pembangunan smelter sempat diragukan banyak pihak karena lokasinya yang sebelumnya berupa kawasan hutan dan belum berkembang. Namun, dengan dukungan pembiayaan sindikasi dari Bank Mandiri, pembangunan fasilitas pemurnian Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Line I berkapasitas 72 MVA berhasil terealisasi, lengkap dengan sarana pendukung seperti gedung perkantoran dan mess karyawan.
“Ternyata smelter ini benar-benar dibangun oleh anak bangsa. Inilah bukti keseriusan Ceria dalam mewujudkan mimpi masyarakat Kolaka,” tambahnya.
Amri juga mengapresiasi kontribusi Ceria yang dinilai membawa banyak manfaat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga lingkungan dan sosial. Ia menyebut, implementasi teknologi hijau dalam produksi feronikel menjadikan smelter Merah Putih sebagai proyek percontohan bagi industri nikel nasional.
Lebih lanjut, ia mendorong Bank Mandiri untuk terus memberikan dukungan terhadap ekspansi Ceria, terutama dalam rencana pembangunan RKEF Line II serta fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) Line I yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.
“Smelter ini bukan hanya kebanggaan Kolaka, tetapi juga Provinsi Sulawesi Tenggara dan Indonesia. Ini akan menjadi cerita yang diwariskan generasi mendatang tentang bagaimana industri nasional tumbuh dari daerah,” kata Amri.
Amri juga menegaskan bahwa lonjakan dana bagi hasil dari sektor pertambangan merupakan bukti konkret atas kontribusi Ceria. Jika sebelumnya Kolaka hanya menerima sekitar Rp100 hingga Rp200 miliar, tahun ini nilainya melonjak menjadi sekitar Rp900 miliar berdasarkan data dari Kementerian Keuangan.
“Alhamdulillah, ini adalah lompatan besar. Kami optimistis dengan beroperasinya smelter Merah Putih, potensi pendapatan daerah akan terus meningkat,” tegasnya.
Reporter: A. Jamal







