Sektor Pariwisata di Muna Masih Minim Sumbang PAD
MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Keberadaan destinasi wisata di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) rupanya tidak berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu diketahui dengan pemasukan PAD di tahun 2020 lalu, yang dinilai sangat minim.
Kepala Dinas Pariwisata Muna Amiruddin Ako menuturkan, untuk menggenjot PAD di bidang pariwisata, dibutuhkan tata kelola bisnis serta pemasaran destinasi pariwisata, seperti bentuk ivent.
“Baru kita bicara soal pendekatan PAD,” kata Amiruddin, pada Triaspolitika.id, Senin (29/11/2021).
Setidaknya kata dia, ada enam destinasi wisata di wilayah tersebut, diantaranya Wisata Napabale, Meleura serta Liang Kobori.
Beberapa destinasi wisata kata dia, semuanya perlu pembenahan infrastruktur.
Seperti, penataan area portal, serta pembenahan area wisata yang berada di lahan masyarakat, yang kerap menjadi kendala saat ini.
“Begitu juga dengan destinasi wisata Liang Kobori, yang harus kita dudukan terlebih dahulu dengan badan pengembangan cagar budaya, agar pengelolaan retribusi cukup satu pintu saja,” ujar ketua IKA – PMII Kabupaten Muna itu.
Jika semuanya telah terealisasi, kata dia, barulah memikirkan terkait terget PAD di bidang pariwisata.
Dijelaskan Amiruddin, Destinasi wisata juga salah satu visi dan misi Bupati Muna yang juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) .
“Masuknya dalam RPJMD kita berharap, politik anggarannya bisa memihak di Dinas Pariwisata,” tungkasnya.
Reporter: Bensar Sulawesi







