Sejumlah Penumpang jalani Rapid Antigen di Pelabuhan Kolaka

waktu baca 2 menit
Salah seorang Penumpang di pelabuhan Penyebrangan Kolaka - Bajoe melakukan Rapid antigen. Foto: Dekri Adriadi/triaspolitika.id

KOLAKA, TP – Sejumlah penumpang asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), jalani Rapid Antigen di Pelabuhan penyebrangan Kolaka – Bajoe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin, (17/5/2021).

Penumpang tersebut diwajibkan Rapid Antigen oleh Gugus tugas percepatan penanganan penyebaran COVID-19 Kabupaten Kolaka. Guna mengantisipasi penyebaran virus corona terhadap penumpang usai mudik.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kolaka, Ipda Maharani menyatakan, setiap penumpang yang turun dari kapal bakal menjalani Rapid Antigen.

Rapid Antigen kata Maharani, merupakan deteksi dini penyebaran virus corona terhadap penumpang yang baru saja tiba dari kampung halamannya.

“Mereka yang menjalani Rapid Antigen itu diawasi oleh petugas dari Kepolisian, TNI, serta gugus tugas COVID-19. Selanjutnya penumpang yang hasilnya positif, bakal dilakukan isolasi,” kata Maharani pada Triaspolitika.id, Senin, (17/5/2021).

Maharani berharap, setiap penumpang bisa menerima hasil Rapid Antigen yang dikeluarkan oleh tenaga medis.

Lebih lanjut Maharani menjelaskan, jika Surat Edaran larangan mudik berakhir pada tanggal 17 Mei, atau hari ini.

Untuk itu kata dia, besok atau 18 Mei, bakal kembali dibuka pelayanan penumpang umum. Guna mengantisipasi ada klaster baru, protokol kesehatan akan diterapkan di Pelabuhan Kolaka.

“Polsek Kawasan Pelabuhan Kolaka bersama Satuan Gugus tugas COVID-19 serta pengelolah Pelabuhan Penyebrangan Kolaka ASDP dan instansi terkait akan tetap melakukan Rapid Antigen terhadap setiap penumpang yang akan menggunakan jasa pelabuhan Kolaka – Bajoe,” jelas Ipda Maharani.

Maharani memprediksi bakal terjadi lonjakan pada arus balik, sebab kata dia, banyak penumpang yang mudik lebih awal sebelum diberlakukannya Surat Edaran tentang larangan mudik.

“Jadi tanpa kecuali, semua yang bakal menggunakan jasa penyebrangan Kolaka-Bajoe wajib melakukan Rapid antigen,” kata Maharani.

Reporter : Dekrit