PT Vale Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemulihan Lingkungan di Towuti

waktu baca 3 menit
PT Vale Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemulihan Lingkungan di Towuti

TOWUTI, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), terus menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan pemulihan lingkungan pasca insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Sejak hari pertama insiden, perusahaan konsisten melibatkan masyarakat melalui dialog dan sosialisasi terbuka guna memulihkan kepercayaan publik serta mencari solusi bersama.

Dialog terbuka kembali digelar pada Senin (27/10/2025) di Taman Antar Bangsa, dengan mediasi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, serta dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan unsur Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut, PT Vale menegaskan kembali tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk upaya pembersihan area terdampak serta penyaluran biaya penanganan dampak secara transparan.

“Komitmen kami adalah memastikan penanganan sisa-sisa minyak berjalan sesuai harapan, lingkungan kembali bersih seperti semula, serta masyarakat mendapatkan haknya secara adil dan dapat dipertanggungjawabkan. Dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi kunci agar seluruh proses segera rampung,” ujar Director/Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budiawansyah, seusai dialog.

Sebagai tindak lanjut, PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah melakukan asesmen lapangan bersama tim gabungan dinas teknis untuk mengklasifikasikan dampak insiden.

Klasifikasi tersebut meliputi lahan sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air, yang dibagi berdasarkan tingkat keparahan—rendah, sedang, dan tinggi. Berdasarkan hasil asesmen itu, mekanisme kompensasi dirancang agar setiap warga terdampak memperoleh haknya secara proporsional.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa seluruh mekanisme penyaluran dana penanganan dampak harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Satu rupiah yang keluar harus bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Pada pertemuan hari ini, PT Vale sudah memberikan jawaban-jawaban yang jelas untuk kita semua,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, seorang petani dari Desa Timampu, Iswanto, mengungkapkan keresahannya akibat terganggunya aktivitas pertanian pasca insiden.

Menanggapi hal itu, Budiawansyah menegaskan bahwa perusahaan memahami kondisi masyarakat dan tengah menempuh langkah-langkah solutif agar hak-hak warga dapat terpenuhi secara adil sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya pemulihan yang dilakukan PT Vale tidak hanya berfokus pada pembersihan jangka pendek, tetapi juga mencakup pemulihan kualitas lingkungan secara ilmiah.

Hasil uji laboratorium terhadap air dan tanah menunjukkan kondisi yang aman dan berada di bawah baku mutu pemerintah.

Proses penyaluran biaya penanganan dampak juga akan terus berlanjut hingga seluruh masyarakat terdampak menerima haknya.

Melalui pendekatan transparan, ilmiah, dan partisipatif, PT Vale memastikan pemulihan kawasan konservasi Danau Towuti dan wilayah sekitarnya berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Perusahaan juga membuka diri terhadap audit independen, verifikasi publik, dan dialog konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan keterbukaan data dan niat baik dari semua pihak, kami percaya pemulihan Towuti bisa menjadi contoh kolaborasi yang membangun, bukan perdebatan yang memecah,” tutup Budiawansyah.

  • Editor: Dekrit