PT Vale Perkuat Pencegahan Tuberkulosis dari Tingkat Desa di Baula

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) terus diperkuat dari tingkat desa. PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (Prokes) di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Jumat (10/4/2026), yang diikuti ratusan warga.

Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pencegahan berbasis masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Program itu juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya.

Occupational Health Doctor PT Vale IGP Pomalaa, dr. R. Fausan Numyani P, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran perusahaan di wilayah pemberdayaan masyarakat.

“Kami hadir melalui promosi kesehatan agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan Prokes melibatkan Puskesmas Baula yang memberikan materi edukasi sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini bertepatan dengan jadwal Posyandu sehingga mampu menjangkau lebih banyak warga dalam satu waktu.

Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Vale. Menurut dia, edukasi langsung kepada masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular.

Ia mencontohkan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya mulai terkendali setelah upaya serupa dilakukan melalui penyuluhan dan peningkatan kebersihan lingkungan.

Syahrial berharap kegiatan promosi kesehatan dapat diperluas ke seluruh desa agar upaya pencegahan penyakit menular semakin optimal. Ia juga meminta masyarakat berperan aktif menyebarluaskan informasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menjelaskan TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menular melalui udara. Penularan dapat terjadi saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif warga, upaya ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif sekaligus menekan risiko penularan penyakit di tingkat komunitas.