PT Vale Perkuat Narasi Keberlanjutan lewat UKW PWI Morowali

waktu baca 4 menit

MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID – Di tengah sorotan publik terhadap industri pertambangan nasional, khususnya di kawasan industri nikel seperti Morowali, PT Vale Indonesia Tbk, anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi aktif dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali, Selasa (3/2), di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah.

Kehadiran PT Vale dalam agenda peningkatan kapasitas wartawan ini menjadi penanda penting bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis dan operasional, tetapi juga oleh kualitas ekosistem informasi publik yang menyertainya.

Melalui kegiatan tersebut, perseroan mengambil peran strategis dalam memperkuat narasi berbasis fakta terkait penerapan tata kelola pertambangan yang baik (good mining practices), sekaligus mendukung profesionalisme jurnalisme di daerah operasional perusahaan.

Dalam sesi paparan, PT Vale memaparkan secara komprehensif berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) yang telah dan sedang dijalankan di Kabupaten Morowali, mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan beretika.

Paparan tersebut menjadi salah satu referensi dalam pelaksanaan UKW pada 4 Februari 2026, mendorong peserta untuk mengolah informasi secara kritis, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik.

Sinergi Sosial dan Lingkungan

Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, menjelaskan bahwa sejak 2015 hingga Kuartal IV 2025, perseroan telah merealisasikan investasi sosial sekitar Rp70 miliar yang menjangkau 17 desa di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan dampak jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif, berbasis social baseline study, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.

Di bidang lingkungan, PT Vale secara konsisten memperkuat pengelolaan air limpasan tambang, pemantauan kualitas air dan udara, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan revegetasi pascatambang.

Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.

“Kami memastikan setiap tahapan operasional dijalankan dengan kepatuhan perizinan, pemantauan berkelanjutan, serta pengelolaan dampak yang terukur demi menjaga kelestarian ekosistem di area kerja kami,” katanya.

Investasi Ekosistem Informasi

Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menekankan bahwa partisipasi perusahaan dalam UKW bukan sekadar dukungan seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Bagi PT Vale, UKW merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan kredibel, khususnya di wilayah operasional kami,” ujarnya.

Menurut dia, di era keterbukaan informasi dan derasnya arus digital, peran wartawan semakin strategis sebagai penjaga akurasi, keseimbangan, dan kepercayaan publik.

“Kerap muncul narasi tentang dirty nickel atau praktik pertambangan yang dinilai merusak lingkungan. Di sinilah peran media menjadi penting, tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan informasi yang utuh, berbasis data, dan berimbang,” tambahnya.

Ketua PWI Kabupaten Morowali, Mahmud Mattangara, mengapresiasi dukungan PT Vale Indonesia dalam pelaksanaan UKW tahun ini. Ia menilai kehadiran perusahaan tambang berskala global tersebut menjadi penguat penting bagi peningkatan kualitas wartawan lokal.

“Dukungan ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia pers di Morowali. Dari lebih dari 20 pendaftar, sekitar 15 peserta mengikuti UKW. Ini sangat membantu menyiapkan wartawan yang lebih profesional ke depan,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Morowali, Badiuz Zaman, yang mewakili Bupati Morowali. Menurut dia, UKW menjadi ruang kolaborasi strategis antara perusahaan, media, dan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini sangat positif. Perusahaan membutuhkan media, dan media membutuhkan akses informasi yang terbuka. Kolaborasi seperti ini penting untuk menyeimbangkan berbagai informasi yang beredar di ruang publik,” katanya.

Melalui keikutsertaan dalam UKW PWI Morowali, PT Vale Indonesia menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja produksi, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan berbasis fakta.

Sinergi antara perusahaan, media, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan narasi keberlanjutan yang lebih kuat dan berpijak pada realitas lapangan.(**)