PT Vale Perkuat Deteksi Kehamilan Berisiko melalui Program ESG KIA di Baula

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui program Environmental, Social, and Governance (ESG) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam mendeteksi kehamilan berisiko. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Baula, Kabupaten Kolaka.

Dalam pelaksanaannya, tenaga medis melakukan skrining terhadap pasien yang datang untuk memeriksa kondisi kehamilan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kasus seperti kehamilan usia dini, keluhan mual muntah berlebih, hingga indikasi keracunan kehamilan.

“Pasien yang datang kami lakukan skrining. Ada yang hamil muda, ada yang mengalami gangguan seperti mual berlebihan hingga indikasi keracunan kehamilan. Setelah diperiksa, pasien diberikan obat serta edukasi terkait penanganan lanjutan,” ujar Marwan, salah satu tenaga medis yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain memberikan pelayanan langsung kepada pasien, program ini juga diisi dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas Baula.

Marwan mengaku turut memberikan arahan kepada bidan dan dokter terkait penanganan pasien hamil dengan berbagai kondisi yang berbeda.

“Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan pelayanan juga harus disesuaikan agar penanganannya lebih optimal,” katanya.

Melalui program ini, baik pasien maupun tenaga medis di Puskesmas diharapkan semakin memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin.

Adapun layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik, ultrasonografi (USG), pemberian obat, serta edukasi untuk tindak lanjut pemeriksaan berikutnya.

Marwan menilai program ESG KIA PTVI IGP Pomalaa memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain membantu masyarakat umum, program ini juga memberi manfaat bagi keluarga karyawan.

“Sebagian besar pasien merupakan keluarga karyawan dan masyarakat sekitar. Jika kondisi kesehatan mereka terjaga, tentu para pekerja juga lebih tenang dalam menjalankan aktivitasnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini mampu melengkapi layanan kesehatan yang sebelumnya hanya mengandalkan pemeriksaan rutin di Puskesmas, terutama dalam mendeteksi dini gangguan kehamilan dan pemenuhan kebutuhan pengobatan.

Marwan berharap program tersebut dapat terus berlanjut secara berkesinambungan karena dinilai sangat membantu masyarakat.

“Program ESG KIA ini sangat baik dan berjalan optimal. Kami berharap bisa terus dilaksanakan ke depan,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada pasien yang memiliki risiko atau permasalahan dalam kehamilan agar tetap menjalani pemeriksaan secara rutin dan mengikuti seluruh rangkaian layanan yang diberikan tenaga medis guna memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.

  • Editor: Dekri