PT Vale Panen Perdana Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka, Dorong Ketahanan Pangan
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Group Mining Industry Indonesia (MIND ID), terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan.
Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Senin (9/3).
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana yang dilaksanakan pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula, serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ketahanan pangan sendiri merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas nasional.
Komitmen tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Panen bersama tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Widiastuti.
CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan, program demplot padi berkelanjutan merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan.
Menurutnya, PT Vale tidak hanya berfokus pada kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga mendorong penguatan ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat.
“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Program demplot padi berkelanjutan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dalam menciptakan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, dan lembaga riset pertanian.
Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri atas 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan tersebut dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas kedua metode budidaya.
Sejumlah varietas unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.
Melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam sehingga dapat menekan biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.
Head External Relation Growth PT Vale Endra Kusuma menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, serta praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada para petani,” kata Endra.
Ia menambahkan, model demplot tersebut diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bersama yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar mengapresiasi dukungan PT Vale dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah tersebut.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi faktor penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
“Sinergi antara pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. PT Vale menjadi salah satu perusahaan yang berkontribusi nyata dalam program ini. Kami berharap perusahaan lain, khususnya di sektor pertambangan, dapat mengikuti langkah serupa,” ujarnya.
- Produktivitas Meningkat
Panen bersama yang dilakukan menunjukkan capaian yang menggembirakan dibandingkan pola budidaya sebelumnya.
Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton. Capaian tersebut menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.
Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton dari enam varietas yang diuji. Adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka memberikan indikasi kuat bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dan seleksi varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Selain peningkatan produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu. Pendekatan tersebut bertujuan membangun sistem pertanian yang produktif sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, mengatakan bahwa penerapan sistem pertanian organik memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya produksi dan peningkatan hasil panen.
“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di sekitar. Harga jual juga lebih baik sehingga keuntungan kami meningkat. Dari sisi produksi, hasilnya juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” katanya.
- Pemberdayaan Berkelanjutan
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dijalankan secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa.
Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.
Melalui panen bersama ini, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi secara lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.(**)







