PT Vale IGP Pomalaa Masifkan Edukasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS di SMKN 2 Kolaka

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Melalui Program Sosial Lingkungan bertajuk Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya, PT Vale menggelar Promosi Kesehatan (Prokes) Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS bagi siswa SMK Negeri 2 Kolaka, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini menyasar ratusan siswa kelas XII bersama pengurus OSIS. Para pelajar tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di aula pertemuan sekolah, mulai dari ceramah tentang bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) serta HIV/AIDS, penayangan film pendek edukatif, hingga sesi tanya jawab interaktif.

Materi disampaikan oleh Kepala UPTD Puskesmas Baula, tim kesehatan PT Vale IGP Pomalaa, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka.

Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang risiko penyalahgunaan narkoba dan penyakit menular seksual yang kini kian mengkhawatirkan.

Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanni, mengungkapkan bahwa penyalahgunaan NAPZA sudah sangat masif terjadi.

Bahkan, Kabupaten Kolaka saat ini telah masuk kategori zona merah penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kasus HIV/AIDS juga menunjukkan angka yang cukup tinggi.

“Fakta di lapangan, pengguna narkoba sebagian besar berasal dari generasi muda. Awalnya sekadar coba-coba dalam proses pencarian jati diri, namun berujung pada kecanduan. Ada pula yang beranggapan narkoba bisa membuat tubuh tetap fit, padahal itu tidak benar,” kata Aditya.

Ia menegaskan, narkoba justru merusak saraf otak dan ginjal serta berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Karena itu, Aditya mengimbau para pelajar untuk menjauhi narkoba, terlebih setelah lulus sekolah mereka akan memasuki dunia kerja yang mensyaratkan bebas narkoba melalui pemeriksaan kesehatan.

“Kami berharap para siswa dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang bahaya NAPZA dan HIV/AIDS kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 2 Kolaka, Mustari Muhammad, mengapresiasi langkah PT Vale yang telah melaksanakan Prokes Pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS di lingkungan sekolah. Menurutnya, kondisi Kabupaten Kolaka yang telah masuk zona merah narkoba menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Vale atas perhatian dan kontribusinya bagi dunia pendidikan, khususnya dalam upaya pencegahan narkoba. Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi peserta didik kami,” kata Mustari.

Ia menambahkan, pihak sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pemeriksaan urine secara berkala untuk memastikan tidak ada siswa yang terpapar narkoba.

Apresiasi juga disampaikan Camat Baula yang diwakili Kasubag Kepegawaian Kecamatan Baula, Muh Lukman. Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting karena narkoba dan HIV/AIDS merupakan persoalan serius yang meresahkan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan PT Vale di setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Baula. Narkoba adalah musuh kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Baula, Hasrul Tonapa, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa NAPZA merupakan zat kimia yang dapat memengaruhi pikiran, perasaan, suasana hati, dan perilaku seseorang. Penggunaan secara terus-menerus dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologis.

“Penyalahgunaan NAPZA terjadi ketika zat tersebut digunakan bukan untuk tujuan pengobatan, tanpa pengawasan dokter, digunakan berulang-ulang, dan berdampak pada gangguan fisik, mental, emosional, serta fungsi sosial,” jelas Hasrul.

Melalui program ini, PT Vale berharap dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan generasi muda Kolaka yang sehat, berdaya, dan terbebas dari bahaya narkoba serta HIV/AIDS.

  • Reporter: Dekrit