PT Vale IGP Morowali Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di HUT Morowali ke-26
MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Morowali, 5–9 Desember 2025, menjadi momentum penting bagi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali untuk menegaskan peran perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan.
Hadir di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, PT Vale membawa pesan utama: inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan sebagai fondasi masa depan Morowali. Komitmen ini diungkap Head of Bahodopi Project PT Vale, Wafir.
“Partisipasi kami dalam HUT Morowali ke-26 adalah wujud nyata komitmen PT Vale untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mengedepankan keberlanjutan,” ujarnya.
Dalam pameran yang berlangsung selama lima hari, PT Vale menampilkan sejumlah produk unggulan hasil binaan masyarakat. Produk tersebut meliputi beras organik, pupuk kompos ramah lingkungan, aneka produk UMKM, olahan herbal, hingga maggot yang dibudidayakan melalui TPS3R sebagai solusi pengelolaan sampah organik.
Produk-produk itu dinilai sebagai cerminan keberhasilan program pengembangan ekonomi lokal yang diinisiasi PT Vale. “Produk binaan yang kami tampilkan adalah bukti bahwa kolaborasi dengan masyarakat dapat menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Wafir.
Selain pameran produk, PT Vale bersama sejumlah kontraktornya turut ambil bagian dalam Job Fair yang menjadi rangkaian HUT Morowali. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya pengunjung yang ingin memperoleh informasi peluang kerja di sektor industri.
Keikutsertaan PT Vale dalam Job Fair disebut sebagai langkah konkret perusahaan dalam membuka akses lapangan kerja serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di Morowali.
PT Vale memastikan komitmen keberlanjutan akan terus diperkuat melalui program pemberdayaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta perluasan peluang ekonomi. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan disebut menjadi kunci terwujudnya pembangunan yang inklusif.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pemberdayaan dan keberlanjutan, serta membuka peluang kerja. Kami percaya bahwa masa depan Morowali yang lebih baik hanya dapat terwujud melalui sinergi antara industri, pemerintah, dan masyarakat,” tutup Wafir.







