PT Vale IGP Morowali Tanamkan Kesadaran Lingkungan kepada Murid SD Lewat Program Kelola Sampah

waktu baca 2 menit

MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menggelar program bertajuk “Murid Cinta Lingkungan: Kelola Sampah dengan Bijak” yang menyasar siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di 13 desa binaan perusahaan.

Program ini menjadi bagian dari upaya sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan tujuan menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

Mengusung metode edukatif, interaktif, dan menyenangkan, PT Vale memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta nilai 5K (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, Ketertiban, dan Keindahan).

Dengan pendekatan tersebut, anak-anak diajak tidak hanya memahami, tetapi juga mempraktikkan cara pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung lebih dari sebulan, mulai 13 Agustus hingga 17 September 2025. Selama periode itu, tim PT Vale mendatangi 12 SD di berbagai desa, seperti Siumbatu, Dampala/Lele, Bahomotefe, Bahomoahi, Kolono, Ululere, hingga Lahuafu.

Antusiasme para murid terlihat sejak awal kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif dalam diskusi dan kuis seputar lingkungan.

“Pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini. Anak-anak adalah agen perubahan masa depan. Kami berharap siswa-siswi dapat menjadi pelopor kebersihan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar,” ujar Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali.

Kepala Sekolah SDN Nambo, Fatmawati Laima, juga mengapresiasi langkah ini. “Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan. Kami berharap kegiatan seperti ini berlanjut agar semakin membentuk karakter peduli lingkungan,” tuturnya.

Melalui program “Murid Cinta Lingkungan: Kelola Sampah dengan Bijak”, PT Vale menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Perusahaan berharap langkah kecil ini memberi dampak besar dalam mewujudkan desa binaan yang lebih hijau, bersih, dan berdaya.

Penutupan rangkaian kegiatan di SDN Lahuafu pada 17 September 2025 menjadi penegasan bahwa transformasi menuju lingkungan bersih tidak bisa ditunda. Generasi muda diyakini akan menjadi ujung tombak dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.