Kegiatan bertema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri” tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pomalaa, Kecamatan Pomalaa, Kamis (12/3). Lomba diikuti siswa-siswi yang berasal dari empat kecamatan wilayah pemberdayaan PT Vale, yakni Kecamatan Tanggetada, Pomalaa, Baula, dan Wundulako.
Dalam kompetisi itu, para peserta diminta membuat berbagai kreasi dari bahan daur ulang yang berasal dari sampah organik, bahan recycle atau reuse, maupun jenis limbah lainnya. Hasil karya kemudian didokumentasikan dalam bentuk video dan dikirimkan kepada panitia sebagai bagian dari proses penilaian.
Senior Manager Perizinan dan Lingkungan PT Vale Indonesia Tbk, Firman Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin perusahaan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.
“Setiap tahun kami memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan kegiatan ini bukan pertama kalinya. Pada tahun-tahun sebelumnya kami juga telah melaksanakan berbagai program serupa, baik di lingkungan internal perusahaan maupun bersama masyarakat,” ujarnya.
Firman menjelaskan, selain lomba kreasi daur ulang untuk pelajar, perusahaan juga menggelar berbagai kegiatan di lingkungan internal, seperti lomba inisiasi program pengurangan sampah antar departemen dan kontraktor.
PT Vale juga menjalankan program tabung sampah, di mana karyawan diminta mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi untuk kemudian ditukarkan dengan souvenir. Selain itu, perusahaan juga mengadakan kuis pengetahuan tentang pengelolaan sampah guna meningkatkan kesadaran lingkungan para karyawan.
Untuk kegiatan eksternal, PT Vale pada tahun ini memfokuskan program pada lomba pemanfaatan barang bekas atau sampah menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan sejak usia dini.
“Harapannya kegiatan ini dapat memancing kreativitas dan kepedulian adik-adik sejak dini, bahwa sampah bukan hanya menjadi beban lingkungan yang harus dibuang, tetapi bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Firman mengungkapkan, di lingkungan operasional perusahaan PT Vale menghasilkan sekitar 100 kilogram sampah setiap hari. Untuk mengelola limbah tersebut, perusahaan menerapkan berbagai program berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi kompos serta memanfaatkannya sebagai pakan maggot dari larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki kandungan protein tinggi hingga sekitar 40 persen.
Selain itu, perusahaan juga mengolah sampah plastik dengan cara dicacah dan dicetak menjadi polycup, yakni wadah media bibit yang dapat digunakan berulang kali sebagai pengganti polybag sehingga dapat mengurangi limbah plastik dari kegiatan pembibitan.
PT Vale juga bekerja sama dengan bank sampah di Kolaka untuk menyalurkan sampah anorganik seperti kardus dan kertas agar dapat didaur ulang kembali.
Melalui lomba ini, perusahaan berharap kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi ide dan inspirasi antara siswa, guru, dan sekolah sehingga inovasi pengolahan sampah dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai sekolah lainnya.
“Semoga dari lomba ini muncul ide-ide kreatif yang bisa ditiru dan dikembangkan oleh sekolah lain, sehingga kesadaran pengelolaan sampah dapat terus tumbuh di lingkungan pendidikan dan masyarakat,” pungkas Firman.
- Editor: Dekri







