PT Vale Gelar First Digging Ceremony Proyek IGP Pomalaa, Simbol Komitmen Bangun Industri Nikel Berkelanjutan

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota grup MIND ID, dalam membangun masa depan industri nikel nasional yang berkelanjutan kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan First Digging Ceremony di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Acara tersebut menjadi tonggak awal dimulainya kegiatan penambangan di area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, bersama mitra strategis PT Pamapersada Nusantara (PAMA), yang menjadi tahap krusial menuju fase operasional penuh pada 2026 mendatang.

Momentum bersejarah ini turut dihadiri oleh Bupati Kolaka, jajaran Forkopimda Kabupaten Kolaka, serta manajemen PT Vale dan PAMA. Hadirnya para pemangku kepentingan menjadi cerminan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, President Director PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa seremoni ini bukan hanya simbolis, melainkan wujud nyata komitmen dan tanggung jawab korporasi terhadap keberlangsungan proyek strategis nasional di sektor hilirisasi nikel.

“Ada kalimat yang sering saya dengar, bukan hanya di sini tetapi juga di Morowali, yaitu: kami ini hanya penjaga kebunnya PT Vale. Alhamdulillah, hari ini ‘kebun’ itu sudah mulai terlihat bentuknya. Bukan lagi kebun, melainkan telah ada kegiatan pertambangan,” ujar Bernardus.

Ia pun optimistis dalam waktu dekat akan hadir pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) hasil kolaborasi PT Vale dan Huayou, sebagai bagian dari proses hilirisasi nikel di kawasan tersebut.

Lebih jauh, Bernardus mengungkapkan bahwa proyek Pomalaa merepresentasikan sinergi multinasional yang langka. Ia menyebutnya sebagai “United of Nickels” — kolaborasi antara tiga negara: Indonesia melalui PT Vale Indonesia, Tiongkok melalui Huayou, dan Amerika Serikat melalui Ford Motor Company.

“Tiga perusahaan ini bersatu mengelola sumber daya nikel secara berkelanjutan, dari Pomalaa untuk dunia,” jelasnya.

Seluruh aktivitas dalam proyek ini, lanjut Bernardus, akan dijalankan dengan berlandaskan nilai-nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability), dengan mengedepankan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan sebagai prinsip utama.

Ia pun mengapresiasi peran serta mitra PAMA, Huayou, dan Ford Motor Company dalam memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Proyek ini ditargetkan dapat mendatangkan manfaat luas, termasuk membuka lapangan kerja, mengembangkan kapasitas UMKM lokal, serta menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PAMA yang telah bersedia menjadi mitra. Proyek ini bukan hanya tentang bagaimana mengelola sumber daya, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutannya. Dan yang paling penting, keselamatan adalah prioritas utama,” tegas Bernardus.

Dalam kesempatan yang sama, Operation and HSE Director PT Pamapersada Nusantara, Roberto Dwi Handoko, turut menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan aktivitas pertambangan yang berkelanjutan.

“Kami sangat bangga bisa bermitra dengan PT Vale. Kami siap berkolaborasi menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung agenda hilirisasi nikel nasional,” ujarnya.

PT Vale juga mengungkapkan bahwa mitra mereka, Huayou, telah berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan pabrik HPAL yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2026.

Melalui First Digging Ceremony ini, PT Vale Indonesia memperkuat posisinya sebagai pionir dalam transformasi industri nikel nasional yang hijau dan berkelanjutan. Dengan dukungan mitra global dan pemangku kepentingan lokal, proyek IGP Pomalaa diharapkan menjadi contoh nyata keberhasilan sinergi lintas sektor untuk masa depan energi dunia.

  • Editor: Dekri