PT Vale Edukasi Warga Cegah DBD dan TBC di Baula

waktu baca 4 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan program sosial lingkungan melalui kegiatan promosi kesehatan bagi masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan.

Program ini difokuskan pada edukasi pencegahan berbagai penyakit menular, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi ancaman kesehatan di tengah masyarakat.

Perusahaan yang tergabung dalam holding industri pertambangan MIND ID tersebut secara aktif melakukan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat dengan menggandeng pemerintah desa serta tenaga kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kegiatan edukasi ini salah satunya dilaksanakan di Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, serta langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit.

Senior Occupational Health and Industrial Hygiene Analysis PT Vale IGP Pomalaa dr. Aditya Hafria Vanni mengatakan bahwa kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan perusahaan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit.

“Kami hanya membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyebaran penyakit, khususnya DBD dan TBC seperti yang kami lakukan di Desa Ulu Baula,” kata Aditya.

Menurut dia, peran perusahaan dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebatas memberikan informasi kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

Melalui program pemberdayaan masyarakat, PT Vale berupaya mengampanyekan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah utama dalam mencegah berbagai penyakit menular yang sering terjadi di lingkungan masyarakat.

Aditya menjelaskan, materi yang disampaikan dalam kegiatan promosi kesehatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Beberapa topik utama yang disosialisasikan antara lain mengenai cara mencegah penyebaran DBD, mengenali gejala awal TBC, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

“Materi yang diberikan sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti bagaimana mencegah penyebaran DBD, mengenali penyakit TBC, serta langkah-langkah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan ini menjadi semakin penting, terutama saat memasuki musim penghujan, yang biasanya diikuti dengan meningkatnya risiko penyebaran penyakit DBD akibat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular penyakit tersebut.

“Kita ketahui bersama saat ini wilayah Kolaka sudah mulai memasuki musim penghujan. Oleh karena itu masyarakat perlu diberikan edukasi agar dapat melakukan pencegahan lebih dini,” ungkap Aditya.

Program kampanye kesehatan ini, lanjutnya, dilaksanakan secara rutin setiap bulan di sejumlah wilayah yang menjadi area pemberdayaan PT Vale. Tiga kecamatan yang menjadi fokus kegiatan tersebut yakni Kecamatan Pomalaa, Kecamatan Baula, dan Kecamatan Wundulako.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta mampu melakukan tindakan pencegahan secara mandiri di tingkat keluarga dan komunitas.

Sementara itu, Camat Baula Syahrial Darmawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Vale Indonesia yang telah menghadirkan program edukasi kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting mengingat kasus DBD di Kecamatan Baula masih kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kasus DBD di Kecamatan Baula cukup sering terjadi. Pada tahun 2025 tercatat empat kasus, sedangkan pada tahun 2024 mencapai 20 kasus. Tentu pada tahun 2026 ini kami tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,” ujar Syahrial.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan DBD merupakan langkah strategis untuk menekan angka penyebaran penyakit tersebut, terutama menjelang musim penghujan yang identik dengan meningkatnya populasi nyamuk.

Menurut Syahrial, keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta seperti PT Vale, sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

“Kami berterima kasih kepada PT Vale yang telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan penyakit menular seperti DBD dan TBC dapat dilakukan secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Kolaka dan sekitarnya.

  • Editor: Dekri