PT Vale Dorong Pertanian Organik Berkelanjutan Lewat Bantuan Alat untuk Petani Binaan di Morowali

waktu baca 3 menit

MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID — Upaya mendorong pertanian berkelanjutan tak semata demi kelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai fondasi masa depan ekonomi lokal yang tangguh dan inklusif.

Hal ini menjadi dasar langkah strategis PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Holding BUMN Tambang MIND ID, melalui program Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, dalam menyerahkan sejumlah alat dan mesin pertanian kepada petani organik binaan di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Selasa (17/6/2025).

Bantuan yang diserahkan terdiri dari 33 unit mesin potong rumput modifikasi, enam mesin pencacah rumput, satu mesin pompa air, serta satu paket kemasan beras berlabel produk lokal. Diharapkan, sarana ini tidak hanya mempercepat transisi menuju pertanian ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga kesuburan tanah bagi generasi mendatang.

Head of Bahodopi Project PT Vale, Wafir, mengapresiasi semangat para petani binaan yang tetap konsisten dalam menjalani proses peralihan dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

“Kami memahami bahwa beralih ke pertanian organik bukan proses yang mudah. Tapi tekad petani menjaga keberlangsungan tanah dan memproduksi pangan sehat adalah bukti nyata bahwa perubahan dimulai dari akar rumput. Bantuan ini merupakan dukungan konkret kami untuk memastikan praktik pertanian lestari dapat terus berkembang dan diwariskan ke generasi selanjutnya,” ujar Wafir.

Menurutnya, PT Vale memandang sektor pertanian sebagai mitra strategis dalam pengembangan wilayah operasional perusahaan. “Kami ingin lahan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Dari sawah yang lestari inilah kesejahteraan masyarakat bisa terus tumbuh,” tambahnya.

Petani Lebih Mandiri dan Punya Daya Saing

Transformasi yang dialami petani binaan PT Vale menunjukkan bahwa pendekatan berkelanjutan bisa berhasil melalui dukungan menyeluruh—mulai dari produksi ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, hingga peningkatan akses pasar. Salah satu petani binaan, Rudin, mengaku kehidupan mereka kini lebih baik dibanding sebelumnya.

“Dulu bertani konvensional hasilnya banyak, tapi kami bingung menjual ke mana. Sekarang kami bertani organik, belajar membuat pupuk sendiri, dan produk kami sudah punya label serta kemasan. Kami jadi lebih percaya diri dan harga jual juga naik,” ujarnya.

Menurut Rudin, bantuan alat pertanian sangat membantu proses produksi di lapangan. Mesin pencacah digunakan untuk membuat pupuk organik, mesin potong rumput mempercepat penyiangan, dan kemasan beras memperkuat citra produk di pasar.

“Harapan kami program ini berlanjut. Jangan sampai beras organik ini hilang. Kami ingin anak cucu kami juga bisa menikmati hasil dari tanah ini. Terima kasih PT Vale,” tuturnya.

Investasi Sosial untuk Masa Depan Hijau

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (PSRLB) yang dikembangkan PT Vale. Melalui program ini, petani tidak hanya dibekali pelatihan teknis dan pendampingan, tetapi juga diperkuat kelembagaannya, dibentuk jaringan distribusi, serta didorong promosi merek lokal yang mengusung nilai keberlanjutan dan kearifan lokal.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang resilien, bernilai tambah tinggi, dan ramah lingkungan. Program ini juga selaras dengan komitmen PT Vale terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan terhadap ekosistem darat.

“Bagi kami, ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun sistem pangan lokal yang sehat, adil, dan tangguh. Dengan menjadikan petani sebagai mitra strategis, kami yakin pertanian bisa menjadi tulang punggung ekonomi lokal sekaligus penjaga keseimbangan lingkungan,” pungkas Wafir.(**)