PT Vale dan Puskesmas Gencarkan Edukasi Pencegahan NAPZA di Sopura Pomalaa

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Sebagai bentuk cara menekan penyalahgunaan narkotika dan penularan HIV/AIDS terus digencarkan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Salah satunya melalui kegiatan Promosi Kesehatan Pencegahan NAPZA yang digelar di Aula Kantor Desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Rabu, 4 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial lingkungan PT Vale Indonesia Tbk melalui unit IGP Pomalaa dalam program “Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya”.

Program tersebut berfokus pada pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) serta HIV/AIDS di tengah masyarakat.

Sekretaris Desa Sopura yang diwakili Asmina menyampaikan keprihatinan atas dua persoalan utama yang dihadapi warganya, yakni maraknya peredaran narkoba dan persoalan sampah yang belum tertangani secara tuntas. Ia mengapresiasi inisiatif perusahaan yang menghadirkan kegiatan edukatif tersebut.

“Aspek penyalahgunaan narkoba di masyarakat sudah cukup memprihatinkan. Kami berterima kasih kepada manajemen PT Vale yang telah menghadirkan kegiatan ini. Harapannya, program positif seperti ini, khususnya terkait lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat, dapat terus berlanjut,” ujar Asmina.

Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriyani Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian Posyandu keempat yang digelar di Kecamatan Pomalaa, setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Daudah-Daudahi, Hakatutobu, dan Oko-Oko.

Menurut dia, puskesmas terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan.

“Posyandu saat ini tidak hanya diperuntukkan bagi bayi, balita, dan ibu hamil, tetapi juga mencakup usia produktif hingga lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan rutin setiap bulan,” kata Alriyani.

Ia menambahkan, fokus utama kegiatan kali ini adalah edukasi mengenai HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. Wilayah Pomalaa, kata dia, tercatat menempati peringkat kedua tertinggi kasus HIV di Kabupaten Kolaka dan telah masuk kategori zona hitam untuk kasus penyalahgunaan NAPZA.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat meneruskan informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar kewaspadaan terhadap dua ancaman tersebut meningkat.

Manajemen PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, Charles Cristian, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan NAPZA, terutama di kalangan generasi muda.

Ia mengatakan, meski obat-obatan memiliki fungsi medis, akses informasi yang kian terbuka kerap disalahgunakan untuk kepentingan sesaat yang berdampak buruk bagi kesehatan dan masa depan.

Selain edukasi tentang NAPZA dan HIV/AIDS, perusahaan bersama Puskesmas Pomalaa dan Pemerintah Desa Sopura juga memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk pencegahan penyakit kronis seperti hipertensi dan asam urat.

Sekretaris Camat Pomalaa, Dhani Kahar, menegaskan pencegahan penyalahgunaan narkotika dan penularan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan para ibu untuk aktif menjaga keluarga serta memperkuat nilai keimanan sebagai benteng menjauhi obat terlarang.

“Kondisi ini sudah mendesak karena wilayah Kolaka, khususnya Kecamatan Pomalaa, telah masuk kategori darurat HIV dengan jumlah kasus tertinggi kedua di kabupaten ini. Dengan berkembangnya kawasan industri dan masuknya pendatang dari luar daerah, risiko penularan meningkat. Masyarakat harus lebih waspada dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang,” ujarnya.

Melalui promosi kesehatan ini, pemerintah dan perusahaan berharap kesadaran warga Desa Sopura kian meningkat dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan NAPZA serta penyebaran HIV/AIDS.

  • Editor: Dekri