PT Pertamina Baubau Didemo, Aksi Boikot Berujung Saling Gesek Sampai Kemacetan Parah Terjadi

waktu baca 3 menit
Massa aksi sementara orasi di depan Kantor TBBM PT Pertamina Kota Baubau

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Baubau Komisariat Trisula turun mengawal masyarakat Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, dalam aksi unjuk rasa terhadap Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik PT. Pertamina (Persero). Senin, 10 januari 2022

Tuntutan masyarakat antara lain yaitu mengenai kejelasan tenaga kerja dan kejelasan Dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Korlap Aksi, Muladi Faoka Sarifudin Selaku Ketua Bidang PTKP Komisariat Trisula HMI Cabang Baubau, dalam pernyataannya masyarakat meminta PT. Pertamina lebih memprioritaskan Rekrutmen Tenaga Kerja bagi masyarakat yang lingkungannya terdampak sejak berdirinya TBBM PT. Pertamina.

Ia juga menjelaskan, sebelum terbangun nya dermaga PT. Pertamina, masyarakat yang tinggal di wilayah Kelurahan Sulaa mayoritas bekerja sebagai pembudidaya agar-agar dan nelayan. Sementara aktivitas keseharian masyarakat ada di sekitaran dermaga PT. Pertamina. Semenjak dibangun nya TBBM PT. Pertamina di tahun 2009, pendapatan masyarakat pun anjlok menurun.

“Bahkan pekerjaan pokok masyarakat ini tidak lagi dikerjakan alias kehilangan pekerjaan,” tuturnya sembari kesal

Tuntutan lain aksi ini yakni meminta transparansi dari dana CSR yang sejak 2009 sampai dengan sekarang ini hampir tidak pernah dirasakan masyarakat khususnya masyarakat kelurahan Sulaa.

“CSR merupakan kewajiban setiap perusahaan diatur dalam Undang-undang 40 Tahun 2007, pasal 74 ayat 1, tentang perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan,” ujar korlap aksi, Muladi Faoka sarifudin.

Salah satu masa aksi dalam orasinya sempat menuding kalau pihak PT Pertamina mengelontorkan dana CSR tersebut hanya kepada oknum-oknum tertentu sehingga tidak sampai di masyarkat.

“Harusnya dua persen itu dari laba bersih perusahaan disalurkan ke masyarakat. Untuk itu kami mendesak kepada pimpinan, direktur PT Pertamina untuk mengoptimalkan dana CSR sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” urainya

sambungnya dia, “Kami akan mengidentifikasi siapa saja oknum-oknum yang mengambil dana CSR yg seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat ,” katanya

Saking kesalnya, massa aksi pun lakukan boikot di Area depan PT Pertamina, yang berujung saling gesek dengan pegawai pertamina. Kondisi ini pun membuat kemacetan parah akibat dari massa aksi yang mencoba menghalangi akses kendaraan mobil Tangki pengisian BBM yang hendak keluar masuk PT Pertamina.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengikatkan bekas jaring agar-agar di sekeliling pagar kantor TBBM sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak PT Pertamina.

Aksi kali ini massa aksi berkesempatan menyampaikan tuntutannya langsung kepada Direktur PT Pertamina. Hasilnya tinggal menunggu kinerja dan tindak lanjut dari pihak PT Pertamina berupa kesepakatan waktu yg dibangun massa aksi dan PT Pertamina.

“Apabila belum ada tindak lanjut dari tuntutan ini, maka kami dari HMI Cabang Baubau komisariat Trisula akan mengawal kembali masyarakat Sulaa melakukan aksi besar-besaran menuju TBBM PT Pertamina Baubau,” tandasnya.

Reporter: ATUL

error: Content is protected !!