PT GKP Borong Capaian Hijau 2025, dari Air Tambang 100% Aman hingga Tanam 10.000 Mangrove
KONKEP, TRIASPOLITIKA.ID – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) mencatatkan serangkaian capaian strategis di bidang pengelolaan lingkungan sepanjang 2025.
Melalui penguatan sistem pengelolaan air, kepatuhan terhadap regulasi, rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS), reklamasi lahan, hingga penanaman mangrove, perusahaan menegaskan komitmennya menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Salah satu capaian utama PT GKP adalah kualitas air limbah tambang yang tercatat 100 persen memenuhi baku mutu lingkungan sepanjang 2025. Keberhasilan ini didukung penguatan infrastruktur pengelolaan air, termasuk perluasan settling pond secara bertahap.
“Pengelolaan air menjadi prioritas utama kami. Sepanjang 2025, seluruh hasil pemantauan menunjukkan kualitas air limbah tambang PT GKP konsisten berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan regulasi pemerintah,” ujar Environment & Forestry Superintendent PT GKP, Badrus Soleh.
Hingga Desember 2025, total luas settling pond perusahaan telah mencapai 4,88 hektare, yang dikembangkan secara konsisten sejak 2023.
“Perluasan settling pond ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari sistem pengendalian lingkungan untuk memastikan aktivitas tambang tidak berdampak pada perairan sekitar. Air adalah sumber kehidupan yang wajib kita jaga,” tambahnya.
Komitmen tersebut juga mendapat pengakuan nasional melalui Penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI periode 2023–2024. Penghargaan ini mencerminkan kepatuhan PT GKP terhadap regulasi lingkungan serta komitmen dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Di sektor kehutanan, PT GKP merealisasikan Rehabilitasi DAS seluas 743 hektare sepanjang 2025 yang tersebar di Kabupaten Konawe Kepulauan dan Konawe Selatan. Kegiatan penanaman telah mencapai 100 persen dan dilanjutkan dengan bimbingan teknis pemeliharaan (P1) bersama BPDAS Konaweha.
“Kami memastikan tanaman tidak hanya ditanam, tetapi juga tumbuh dan berfungsi secara ekologis. Karena itu, kami bekerja sama dengan BPDAS untuk menjaga keberlanjutan program ini,” kata Badrus.
Pada aspek reklamasi, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 19,77 hektare. Untuk mendukung kegiatan tersebut, PT GKP memproduksi 15.054 bibit tanaman melalui nursery internal sepanjang 2025 yang dimanfaatkan untuk reklamasi dan penghijauan area tambang.
Komitmen lingkungan juga menyasar wilayah pesisir. Sepanjang Pantai Wawonii, perusahaan telah melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan melindungi garis pantai dari abrasi.
Strategic Communication Manager PT GKP, Hendry Drajat, menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.
“Kami percaya pertambangan hanya bisa berjalan berkelanjutan jika lingkungan dan masyarakat ikut terlindungi. Karena itu, transparansi dan kinerja lingkungan menjadi fondasi utama operasional kami. Praktik pertambangan yang bertanggung jawab bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan terukur,” ujarnya.
Dampak positif program lingkungan PT GKP juga dirasakan masyarakat. Perwakilan warga Desa Teporoko, Wawonii, Sumarni, mengaku melihat langsung perubahan kondisi lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
“Saya terlibat dalam penanaman mangrove dan melihat langsung reklamasi serta kegiatan lingkungan lainnya. Manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang untuk generasi ke depan,” katanya.
Pakar lingkungan sekaligus Guru Besar Kehutanan Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Ir. Hj. Husna, MP, menilai capaian PT GKP sebagai langkah positif dalam praktik pertambangan nikel di Pulau Wawonii.
“Terjaganya kualitas ekologi dan biodiversitas di Pulau Wawonii tidak lepas dari kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Semua pihak menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan,” tuturnya.
- Reporter: Akbar Liambo







