PKB Sultra Gelar Pendidikan Instruktur untuk Perkuat Konsolidasi dan Ideologi Partai

waktu baca 2 menit

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pendidikan instruktur dan pendidikan kader tingkat pertama sebagai langkah memperkuat konsolidasi dan ideologisasi partai di kalangan internal. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 2–3 Agustus 2025, di salah satu hotel di Kota Kendari.

Program ini digelar oleh Lembaga Kaderisasi Provinsi DPW PKB Sultra dan dibuka secara resmi oleh perwakilan Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB.

Ketua Lembaga Kaderisasi DPW PKB Sultra, Jaelani, mengatakan pendidikan instruktur ini merupakan implementasi Peraturan PKB Nomor 01 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya pemahaman ideologi partai bagi seluruh kader.

“Pendidikan ini adalah fondasi utama bagi kita untuk bergerak dalam perjuangan politik. Dengan ideologi yang kuat, kita mampu menghadapi berbagai tantangan dan mengabdi lebih baik kepada masyarakat,” kata Jaelani, yang juga anggota Komisi IV DPR RI, Sabtu (2/8).

Ia menjelaskan, program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan kader dalam menjalankan tugas politiknya. Para instruktur yang lulus nantinya diharapkan dapat menularkan ilmu dan nilai ideologis PKB kepada kader di tingkat kabupaten dan kota.

“Kami ingin ideologi PKB benar-benar meresap hingga ke akar rumput, agar setiap kader memiliki arah perjuangan yang sama,” ujarnya.

Pendidikan ini diikuti perwakilan dari seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sultra. Materi yang diberikan meliputi sejarah dan filosofi PKB, platform perjuangan partai, strategi pemenangan pemilu, hingga penguatan kapasitas komunikasi dan advokasi.

Sejumlah narasumber berasal dari jajaran pengurus DPP PKB, akademisi, serta praktisi politik berpengalaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam mencetak kader PKB yang militan, berintegritas, dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang.

Reporter: A. Jamal