oleh

Perkuat Identitas Pariwisata, Pemkot Baubau Gelar Kegiatan Penggalian Pengembangan Limbo Wisata

BAUBAU, TRIASPOLITIKA,ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas pariwisata menggelar kegiatan Penggalian Pengembangan Limbo Wisata di ruang Auditorium kantor Wali Kota Baubau, Kamis (18/11/2021). Di mana, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat identitas pariwisata di Kota Baubau agar dapat mencapai tujuan destinasi kelas dunia.

Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse melalui sambutannya saat menghadiri dan membuka dengan resmi kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Baubau yang telah berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Yang mana, saat ini pariwisata alternatif tengah menjadi tren di kalangan wisatawan.

La Ode Ahmad Monianse menuturkan, kondisi tersebut disebabkan oleh terjadinya kecenderungan pergeseran preferensi para wisatawan. Di mana, para wisatawan lebih cenderung terhadap pariwisata yang mengusung konsep interaksi antara Alam, Budaya, dan masyarakat lokal, sebagaimana yang disajikan pada Desa Wisata atau Limbo Wisata.

“Salah satu jenis pariwisata alternatif yang banyak digandrungi para wisatawan adalah Desa Wisata atau Limbo Wisata. Dan pengelolaan Desa Wisata ini merupakan bagian dari program pengembangan pariwisata berkelanjutan yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 – 2024,” tutur La Ode Ahmad Monianse.

Ditambahkan, tujuan dari program tersebut adalah untuk percepatan kebangkitan pariwisata dan pertumbuhan Ekonomi Nasional, dengan menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat Pedesaan/Limbo secara merata di seluruh Indonesia. Dengan tetap mengedepankan empat pilar pariwisata berkelanjutan, yaitu Tata Kelola, Ekonomi Lokal, Budaya, dan Pelestarian Lingkungan.

La Ode Ahmad Monianse juga mengungkapkan, sebagai pusat peradaban Kesultanan Buton, Kota Baubau dianugerahi dengan sejumlah potensi pariwisata yang ada. Baik berupa potensi budaya, potensi peninggalan sejarah, potensi alam, potensi kerajinan maupun potensi lainnya. Namun demikian, potensi tersebut belum mampu dioptimalkan sebagai salah satu modal dasar dalam kemajuan pembangunan.

“Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang yang sangat besar untuk kita semua. Kekayaan dan potensi wisata yang beragam ini perlu dikelola sedemikian rupa, agar dapat menjadi kekuatan unggulan yang layak jual. untuk itu kita berharap, dengan adanya kegiatan ini kita dapat menyatukan langkah dan pemikiran, untuk mempopulerkan Kota ini melalui sektor pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse menegaskan, agar semua pihak berperan aktif dalam memajukan pariwisata. Pasalnya, dalam memajukan pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata semata. Namun peran dari Pemerintah, Masyarakat, Komunitas Pariwisata, Pelaku Usaha Pariwisata, Karang Taruna, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat diperlukan.

“Untuk mendukung itu semua, Pemerintah Kota Baubau telah menerbitkan Perwali Nomor 27 Tahun 2020, tentang penetapan Kelurahan berpotensi wisata sebagai kawasan Limbo Wisata. Sehingga perlu keseriusan dari kita semua untuk mengimplementasikan Perwali ini. Agar dengan pengelolaan Limbo Wisata yang optimal, dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Baubau,” pungkasnya.(Adm)

BERITA PILIHAN