Peringati Hari Pendidikan Nasional, Dikbud Sultra Kenakan Baju Adat saat Upacara

waktu baca 2 menit
Kepala Dikbud Sultra Asrun Lio, foto bersama pesrta upacara dalam memperingati Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei|Ahmad/ Triaspolitika.id

KENDARI, TP – Peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei seluruh instansi pendidikan di Indonesia kian memperingati upacara tersebut pada Minggu, (2/05/2021).

Ditengah situasi pandemi covid 19 tak menyudutkan untuk tetap menyelenggarakan Hardiknas Tesebut.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor: 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauannya terkait peringatan Kemdikbud di tahun 2021 ini mesti ditengah situasi pandemi Covid-19 tak mengurungkan untuk tetap menyelenggarakan Hardiknas tesebut.

Dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Sulawesi tenggara tentu tak luput untuk memperingati hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 Mei tersebut.

Namun kegiatan upacara memperingati hardiknas tersebut, kali ini Mendikbud Sultra pengingintruksikan agar semua peserta memakai pakean adat khas yang ada di Sulawesi Tenggara.

Saat ditemui awak media, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdub) Sultra, Asrun Lio mengatakan, semua peserta upacara menggunakan pakaian adat saat peringatan Hardiknas karena berpatokan pada surat edaran Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Wartawan Triaspolitika.id, Ahmad Berswafoto bersama peserta upacara hardiknas.

“Kita pakai baju adat saat upacara ini karena pertimbangan nasional bahwa sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Kemendikbud Ristek. Mengusung tema Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar yang artinya dari sabang sampai merauke bersama-sama memajukan pendidikan,” katanya di sela-sela upacara, Minggu, (02/05/2021).

Lanjutnya ia menuturkan bangsa Indonesia ini dibangun dan terbentuk dari berbagai suku bangsa, sehingga tema hari pendidikan mengarah pada persatuan.

Untuk menghargai itu upacara hari ini serentak di seluruh Indonesia menggunakan baju adat, ” jelasnya.

Menurut dia, Sultra sebagai miniatur Indonesia sehingga dalam upacara kali ini menggunakan banyak pakaian adat. Ini menunjukan keberagaman itu.

Untuk refleksi Pendidikan di masa pandemi, Asrun mengatakan Kemendikbud Ristek mendorong percepatan belajar tatap muka di seluruh negeri.

“Kita terus mempercepat proses belajar tatap muka, walaupun saat ini sudah banyak yang melakukan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning. Dan yang masih berapa zona orange dan merah belum dibolehkan,” ujarnya.

Tak lupa juga ia menjelaskan bahwa kegiatan upacara Hardiknas ini segenap instansi dan satuan pendidikan baik yang ada di pusat, luar negeri, maupun daerah diperkenankan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas dan minimalis, dengan protokol kesehatan, apabila berada di zona kuning atau hijau.

“Upacara tetap harus dilakukan, namun kita batasi peserta dan tetap mengacu pada prokes covid 19,” katanya.

Untuk diketahui, peserta adalah anak SMA/SMKN di Kendari dengan perwakilan . 10 orang persekolah dengan menggunakan baju adat. Termasuk kepala sekolah dan para pejabat di Dikbud Sultra.

Reporter : Ahmad