Pemkab Mubar Dukung Penuh dan Realisasikan Program Pemerintah Pusat terkait P3DN

waktu baca 4 menit
Pj. Bupati Mubar, Dr. Bahri (tengah) dalam giat penghargaan P3DN-Business Matching Produk dalam Negeri, di Istora Senayan Jakarta, Rabu 15/3/2023 (Dedi Triaspilitika.id)

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Perindustrian menggelar Business Matching Tahap V Produk Dalam Negeri di Istora Senayan, Kegiatan ini digelar selama 3 hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Maret 2023 dan dihadiri 4.000 perwakilan K/L dan Pemda, Badan Usaha serta Asosiasi Industri, serta dibuka langsung oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Rabu (15/3/2023).

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Bisnis Matching sebelumnya yakni Tahun 2022 telah dilaksanakan selama 4 tahap. Sementara itu Bisnis Matching Tahap V tahun 2023 ini dikemas dengan konsep one stop event dengan 6 kegiatan, yakni pertama, business matching, kedua, penghargaan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dimana penghargaan ini diserahkan 4 kategori yaitu Kementerian dengan 10 anggaran besar, kategori provinsi, kategori Kab./Kota dan kategori BUMN.

Selanjutnya, ketiga, pameran produk dalam Negeri, keempat forum koordinasi P3DN, kelima sosialisasi P3DN, keenam talk show dan bimtek.

“Giat yang digelar Kementerian Perindustrian ini adalah adalah tindak lanjut dari Inpres No. 2 tahun 2022 yang berisi tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” paparnya.

Sementara itu, Presiden RI, Ir. Joko Widodo dalam arahannya mengatakan Bahwa kita semuanya menyadari bahwa kegentingan global itu masih merupakan ancaman yang tidak ringan dan kepastian global juga memunculkan serta menimbulkan resiko yang diprediksi, oleh sebab itu semua dituntut bekerja keras untuk menghindarkan ancaman-ancaman resiko global yang ada.

“Kerawanan ekonomi dipicu ancaman inflasi dan goncangan sistem keuangan, contoh kasus bangrutnya Bank Silicon Valley dan Signatur Bank ini kasus kegagalan terbesar Bank di Amerika Serikat (AS) setelah krisis 2008. Kebijakan pembelian produk dalam negeri sdh dimulai di TA 2022, demikian AS mengumumkan prioritas produk dalam negeri pada pemerintah untuk mendorong permintaan dalam negeri.” Kata Ir. Joko Widodo.

Lanjut mantan Walikota Solo ini, Indonesia memang sudah terlebih dahulu melakukan P3DN, tetapi kata dia, kuncinya Kedisiplinan Implementasi atau kedisiplinan dalam merealisasikan, hal menjadi sangat strategis untuk mendongkrak perekonomian.

“Di awal 50.000 produk yang masuk katalog dalam Negeri dan saat ini menjadi 3,4 juta produk masuk dalam e-katalog dalam waktu singkat, jadi kalau sudah masuk jangan dibiarkan, tapi dibeli, Kementerian/Lembaga/Provinsi/Kab./Kota, BUMN/BUMD tengok e-katalog dan dibeli jangan cuma ditonton,” tegasnya.

Ir. Joko Widodo menyebut, Target di tahun 2022 lalu Realisasi belanja PDN 95% atau sebesar Rp. 1.171 T, produk UMKM E-Katalog 5 juta s.d Rp. 500 T dengan kemampuan produksi 3 tahun. Industri dalam Negeri dan UMKM akan hidup dengan membeli, jelas akan menyebabkan perekonomian akan naik.

” Jadi, langkah kedepan adalah, pertama kaji ulang penilaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), jangan sampai jadi celah permainan, lalu kedua adalah belanja produk dalam Negeri jadi penilaian Reformasi Birokrasi.” Pungkas Presiden dua periode ini.

Sementara itu pula, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) mendukung penuh dan telah merealisasikan P3DN. Hal ini dijelaskan langsung oleh Pj. Bupati Mubar, Dr. Bahri, pada Rabu (15/3/2023).

Pada Triaspilitika.id, Dr. Bahri, dimana Dia juga turut hadir pada giat Business Matching Tahap V tersebut mengutarakan bahwa pihaknya telah melaksanakan dan mengimplementasikan setidaknya 7 kebijakan terkait dukungan pada P3DN yang berawal dari Inpres 2 Tahun 2022 tersebut, Diantaranya yakni:

Pertama, membentuk struktur Organisasi P3DN Kab. Mubat TA 2022 sesuai dengan Pasal 74 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018.

Kedua, Telah melaksanakan untuk alokasi proporsi pengadaan barang/jasa minimal 40% untuk penggunaan produk UMK dan Koperasi dari hasil produk dalam negeri. Pemda Kab. Mubar berdasarkan RUP/SISWASP3DN telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa melalui penyedia sebesar Rp.326.451.707.485 dengan jumlah paket sebanyak 1.382 paket. Dari nilai tersebut sebesar Rp326.451.707.485 atau 100% menggunakan PDN dan Rp248.064.190.061 atau 75,99% menggunakan produk UMK dan Koperasi.

Ketiga, sebanyak 10 atau 40% dari 25 proses evaluasi penawaran yang diuji petik telah memperhitungkan kandungan PDN (persentase TKDN) dan persentase preferensi harga yang akan diberikan. Dari 10 paket tersebut seluruhnya merupakan pengadaan barang melalui e-purchasing.

Keempat, mengikuti rakor monitoring implementasi Inpres 2 Tahun 2022 tentang Percepatan P3DN dalam rangka mensukseskan gerakan bangga buatan indonesia.

Kelima, sebanyak 9 atau 36% dari 25 dokumen kontrak/surat pesanan yang diuji petik telah mencantumkan kewajiban penggunaan PDN dan persentase TKDN nya.

Keenam, jumlah produk yang tayang pada katalog lokal sebanyak 417 produk dari 10 penyedia. Dari 417 produk yang ditayangkan dalam katalog lokal, dinyatakan 417 produk atau 100% merupakan PDN.

Ketujuh, jumlah produk katalog tayang sebanyak 426 dengan jumlah penyedia 10 UMKM meraih peringkat 3 se-Sulawesi Tenggara.

“Tentunya di tahun 2023 ini Kabupaten Muna Barat akan terus berkomitmen dan merealisasikan aksi afirmasi bangga buatan indonesia sesuai dengan belanja pada APBD Tahun Anggaran 2023.” Jelas Dr. Bahri.

Reporter: Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!