Pemkab Konawe di Ganjar Penghargaan Tangguh Bencana Oleh Gubernur Sultra

waktu baca 2 menit

TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Upaya Pemerintah Kabupaten Konawe dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kembali mendapat pengakuan. Pada pelaksanaan Apel Siaga dan Simulasi Gempa Bumi serta Tsunami, Gubernur Sulawesi Tenggara menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemkab Konawe atas keberhasilannya mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di berbagai wilayah.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Konawe dalam membangun sistem pengurangan risiko bencana yang berbasis masyarakat. Melalui program Destana, pemerintah daerah dinilai mampu menggerakkan warga untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan, mitigasi, hingga respons bencana.

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas penghargaan itu. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperluas desa-desa yang dibina menjadi Destana sebagai langkah memperkuat ketangguhan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas desa. Harapan kami, seluruh desa di Konawe dapat memahami risiko bencana dan mampu melindungi warganya secara mandiri,” kata Syamsul.

Menurut Syamsul, pembentukan Destana bukan hanya sebuah program, tetapi strategi penting dalam menciptakan masyarakat yang siap menghadapi berbagai ancaman. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan sejumlah langkah seperti edukasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, hingga pembentukan relawan desa.

“Tanggap bencana di Konawe tidak hanya BPBD, TNI-Polri saja, ada beberapa forum organisasi tanggap bencana yang telah terbentuk seperti FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Konawe, Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang telah terbentuk di beberapa kecamatan rawan bencana dan organisasi sosial dalam hal ini relawan masyarakat yang memilih kemampuan dalam situasi tanggap bencana,” tambahnya.

Kegiatan Apel Siaga dan simulasi yang digelar turut melibatkan BPBD, unsur TNI–Polri, dan berbagai kelompok relawan. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa atau potensi tsunami.

“Simulasi yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Konawe, akan menambah kemampuan personil lapangan dalam situasi bencana, sehingga keandalan mereka saat terjadi bencana dapat memahami betul tindakan apa yang akan di lakukan dalam kondisi tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya apresiasi dari pemerintah provinsi, Kabupaten Konawe diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai daerah yang mampu mengembangkan sistem penanggulangan bencana secara terarah dan berkelanjutan, serta menjadi contoh bagi kabupaten lain.