Pemerintah Kolut Terapkan, Jualan Ikan di Rumah Dapat Sanksi

waktu baca 2 menit
Ilustrasi pedang ikan. (Sumber: Detikcom).

KOLUT, TRIASPOLTIKA.ID – Pemerintah daerah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), menetapkan aturan larangan bagi nelayan untuk tidak berjualan ikan di rumah.

Jika ngeyel, pemerintah tidak segan-segan memberikan sanksi tegas berupa denda.

Aturan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) nomor 11 tahun 2018 tentang penyelenggaraan ketertiban umum.

Asisten III, Pemda Kolut, Ir. Muh. Idris mengatakan penerapan aturan tersebut untuk bertujuan untuk menertibkan para pedagang khususnya penjual ikan.

Menurutnya, aktivitas yang dilakukan pedagang ikan diluar pasar dapat mengganggu ketertiban umum.

“Itukan dapat menimbulkan ketidaknyamanan para tetangga karena bau,” kata Idris pada Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut Idris mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama pedagang, nelayan, TNI, Polri, serta perwakilan dari Pemda Kolut.

“Rapat bersama kami itu membahas aturan yang dimaksud, yaitu larangan berdagang ikan di rumah,” jelasnya.

Dalam rapat itu kata dia, semua unsur menyepakati, bahwa semua pedagang ikan mentah/basah wajib untuk menjual di pasar.

Selain itu, nelayan wajib untuk menjual hasil tangkapannya di pantai atau di pasar.

Pengelolah pasar (Dispenda) wajib menyediakan lapak/tempat bagi penjual ikan online atau konvensional.

Penjual ikan online atau konvensional wajib menyimpan dagangannya di pasar serta pemberian sanksi bagi penjual ikan yang kedapatan menjual ikan diluar area pasar.

“Kalau masih ada yang kontra terkait keputusan ini berarti itu yang tidak ikut rapat,” pungkasnya.

Reporter: Fyan

error: Content is protected !!