Pemda Koltim Gelar Rapat Koordinasi Netralitas ASN dan Persiapan Launching Program Kipas Mas

waktu baca 3 menit

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menggelar rapat koordinasi terkait netralitas ASN dan persiapan Launching Program Klinik Pangan Sehat Masyarakat (Kipas Mas) pada Kamis (24/10/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Koltim, Ir. Ari Sismanto; Ketua TP-PKK Koltim; Sekda Koltim, Andi Muh Iqbal Tongasa, S.STP, M.Si; Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Sultra; para Asisten dan Staf Ahli; para Kepala Bagian; para OPD yang sempat hadir; serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Koltim, Ir. Ari Sismanto, menekankan bahwa kedisiplinan ASN masih perlu ditingkatkan di Kolaka Timur. “Kedisiplinan ASN kurang maksimal dilaksanakan, dan itu perlu ditingkatkan bagi kita semua di Kolaka Timur dalam melaksanakan tugas masing-masing yang telah diberikan. Kewajiban ASN adalah melaksanakan kedisiplinan dalam bekerja,” ujarnya.

Ari Sismanto mengamati bahwa sejumlah kantor instansi di wilayah perkantoran Pemda Koltim hanya terlihat beberapa kendaraan yang parkir pada pagi hari, dan keadaan yang sama terjadi pada jam kedua. “Saya ajak kita semua melalui kesadaran untuk bersama-sama meningkatkan disiplin dalam bekerja,” harapnya.

Pjs Bupati Koltim juga mengharapkan seluruh OPD untuk mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan yang telah disetujui oleh tim anggaran dan TPAD. “Waktu kita efektif hanya tersisa satu setengah bulan, manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ari Sismanto juga menekankan pentingnya serapan anggaran. “Jika ada OPD yang tidak menyerap anggaran di bawah 92 persen, saya akan pertanyakan bagaimana mau diberikan anggaran lagi. Sudah ada anggarannya, tinggal pelaksanaannya, tetapi untuk membelanjakan saja tidak bisa. Ini sebagai catatan bagi para OPD,” ungkapnya.

Sebelum pelaksanaan sosialisasi Program Klinik Pangan Sehat Masyarakat (Kipas Mas), terlebih dahulu didiskusikan terkait dengan netralitas ASN. “Intinya, kita ingin membangun publik untuk melaksanakan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pintanya.

Tujuan dan Manfaat Program Kipas Mas

Program Klinik Pangan Sehat Masyarakat (Kipas Mas) adalah sebuah program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang terkait pangan sehat. “Pemerintah hadir untuk melihat beberapa permasalahan yang terjadi di lapangan,” jelas Ari Sismanto.

Selain itu, pertanian di Kolaka Timur ini secara ketersediaan terpenuhi, namun terkait ketahanan pangan masih perlu diperkuat. “Yang tidak kalah pentingnya adalah dari sisi pemanfaatannya. Masih terdapat penyakit tidak menular yang terjadi di masyarakat kita khususnya di Sulawesi Tenggara, akibat kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang,” tambahnya.

Target Program Kipas Mas

Sosialisasi Klinik Pangan Sehat Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi, pencegahan penyakit, akses pangan sehat, dan promosi kesehatan peningkatan kualitas hidup.

– Jangka Panjang: Menciptakan generasi sehat, aktif, produktif, dan handal menuju generasi emas 2045.
– Jangka Menengah: Terbangunnya Kipas Mas di 17 Kabupaten/Kota, peningkatan skor PPH Sultra dari 81,4 menjadi 90, dan penurunan angka prevalensi stunting dari 30% tahun 2023 menjadi 14%.
– Jangka Pendek: Terbangunnya Kipas Mas, terlaksananya pemberian makanan berbasis B2SA, serta MoU antara Dinas Ketapang dan Dinas PMD terkait penggunaan dana desa, dan MoU antara Dinas Ketapang dan TP-PKK terkait Kipas Mas.

Adapun kegiatan Kipas Mas terdiri dari 3 bagian yaitu Teras Kipas Mas, Gerai Kipas Mas, Dapur Kipas Mas, dan Klinik Kipas Mas. Dengan pemberian makan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) kepada masyarakat, diharapkan dapat menaikkan skor PPH dan menangani stunting sesuai target yang diharapkan.

“Peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang gizi seimbang serta akses terhadap pangan yang sehat dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini harus dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan,” tutup Ari Sismanto.

Reporter: Irstamto