Nasir Ido : Usia Bukan Tolok ukur Bupati Muna
MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Ketua DPD partai Golkar kabupaten Muna Natsir Ido mengatakan, usia muda atau milenial tidak bisa jadikan tolok ukur calon Bupati Muna kedepan.
Kata dia, siapa pun bisa membangun daerahnya tak terkecuali usia muda atau milenial.
“Kalau millenial pasti punya cita cita. Pemikirannya juga jauh dan jangka panjang, selain itu energik,” kata Natsir.
Lebih lanjut wakil ketua DPRD Muna itu menuturkan, sekelompok orang di Indonesia masih banyak yang keliru menganggap kaum muda sebagai sekumpulan orang yang apatis, apolitis atau hanya sekadar sebagai suatu kelompok pemilih.
“Usia tidak bisa dijadikan acuan di dunia politik. Yang paling utama yaitu pengabdiannya serta sesuai dengan persyaratan,” ujar Natsir pada Triaspolitika.id Minggu, (11/06/2023).
Menurutnya, muda justru lebih gampang komunikasinya ketimbang yang tua.
“Ihsan ini bagi saya adalah figur muda yang sudah matang. Dia juga sudah menempuh pendidikan dan pengusaha secara finansial sudah matang,” katanya.
Bahkan kata dia, yang mudah bisa melayani masyarakat 1×24 jam ketimbang yang usai tua.
LM Ihsan Taufik Ridwan diwacanakan bakal maju sebagai calon Bupati Muna, ia kerap disebut masih terlalu mudah untuk memimpin kabupaten Muna kedepan.
“Ihsan Taufik sudah 34 tahun. Padahal ada delapan pemuda milenial di Indonesia menjadi Bupati serta walikota,” tandasnya.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota pasal 7 ayat 2 huruf e usia paling rendah 30 tahun untuk calon gubernur dan wakil gubernur, serta 25 tahun untuk calon bupati dan wakil bupati dan calon walikota dan wakil walikota.
Reporter : Bensar







