oleh

Muna Dapat Kuota Sekolah Penggerak

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Salah satu program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni Sekolah Penggerak sejak Febuari 2021. Upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Kemudian, program sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Kabupaten Muna Ria La Ode Amrin Tonda SPd MP mengatakan, tahun ini Muna mendapatkan kuota dari Kemendikbud.

“Program terbatas dari Kemendikbud RI. Se Infonesia hanya dibuka 2500 untuk 250 kabupaten se Indonesia. Jadi kalau untuk daerah itu ya sekitar 10 orang saja yang bisa terkafer sebagai sekolah penggerak. Yang diseleksi itu kepala sekolahnya. Jadi kalau kepsek lolos, otomatis sekolah itu jadi Sekolah Penggerak,” kata Kepsek SMPN 2 Raha ini, Selasa (02/11/2021).

Pihaknya, kedepannya seluruh kepsek ,guru, harus lolos sebagai sekolah penggerak, Guru Penggerak, Kepsek Penggerak.

“Jadi nanti seorang guru mau jadi kepsek harus lolos jadi sekolah penggerak berdasarkan syarat. Baik itu pengawasan dan guru,” akunnya.

Menyebut, Jika sudah lolos sebagai sekolah penggerak maka sekolah itu akan dapat Dana BOS Kinerja dari Kemendikbud RI.

“Dana BOS Kinerja digunakan untuk meningkatkan kinerja sekolah. Kemudian kepsek bertugas selama 4 tahun dan tidak boleh di mutasi,” beber.

Katanya animo para kepala sekolah di Muna sangat tinggi ikut mendaftar sebagai Sekolah Penggerak.

“Mulai dari TK,SD/SMP, ikut mendaftar. Kalau SMP jumlah Kepsek yang mendaftar ada 23 persen dari total 80 SMP di.Muna. Saat ini kami sedang menunggu pengumuman kelulusan tahap I. Jika lulus maka akan ada tahap selanjutnya seperti phisiko tes dsb,” jelasnya.

Reporter: Bensar Sulawesi

Komentar

BERITA PILIHAN