oleh

Memaksa masuk Pelabuhan, Puluhan Mahasiswa asal Ambon Mengamuk

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Puluhan mahasiswa asal kota Ambon mengamuk saat memaksa masuk kapal tujuan Ambon tanpa menggunakan tiket saat hendak melakukan keberangkatan dari pelabuhan Murhum Kota Baubau, Sulawesi tenggara (Sultra ), Selasa, (26/10/2021).

Mahasiswa yang berjumlah 38 orang itu, merupakan peserta Muktamar XIX Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah yang diselenggarakan di Kota Kendari 21 – 23 Oktober 2021.

Saat dikonfirmasi oleh Triaspolitika.id terkait peristiwa tersebut, kepala Kesatuan Pelaksanaan pengamanan Pelabuhan ( KP3 ) kota Baubau, Iptu Yudi.SW. SH, membenarkan kejadian tersebut.

Kepala KP3, Yudi mengatakan, Telah terjadi kericuhan di pelabuhan muruhum Baubau saat mahasiswa Muhammadiyah Ambon hendak mau melakukan keberangkatan menuju Maluku kota ambon.

“Kurang lebih sekitar 38 orang mahasiswa asal Ambon mengamuk dan memaksa agar bisa masuk dan menaiki kapal tanpa memiliki tiket,” ucap iptu Yudi saat dikonfirmasi triaspolitika.id. Rabu, (27/10/2021).

Ditengah keributan hingga amukan puluhan mahasiswa tersebut KP3 Baubau melakukan pengamanan

“Kami mencoba melerai dan mengamankan sejumlah mahasiswa obyek VVIP,” ungkapnya.

Lanjutnya kata dia , Menurutnya kata Yudi, seandainya para mahasiswa tersebut dapat melakukan koordinasi jauh sebelumnya terlabih dahulu mungkin bisa dikondisikan .

“Seandainya komunikasi baik dan koordinasinya jauh hari pasti kita lakukan koordinasi,” jelasnya.

Iptu Yudi menambahkan bahwa ,mahasiswa yang merupakan peserta muktamar Muhammadiyah di Kota Kendari itu saat ini belum bisa diberangkatkan, saat ini mereka Masi berada di Baubau bersama kawan kawan kerukunan Maluku yang ada di kota Baubau.

“Selepas kami amankan obyek VVIP , asosiasi Maluku satu rasa dikota Baubau menjemput mereka dan di bawa pulang ketempat mereka,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad

Komentar

BERITA PILIHAN