oleh

Lapas Alahan Panjang Deklarasi Perang Halinar

SUMBAR, TP – Lapas Kelas III Alahan Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar deklarasi perang terhadap alat komunikasi ilegal, pemberantasan narkoba, serta pungutan liar (Halinar), di lingkungan Lapas Alahan Panjang, Selasa (5/10/2021).

Deklarasi tersebut dilaksanakan guna mengimplementasikan Surat Edaran (SE) Direktorat Pemasyarakatan yang berisi tentang deteksi gangguan kambtinmas di wilayah Lapas dan Rutan.

Dalam deklarasi tersebut seluruh pejabat Lapas Kelas III Alahan Panjang melakukan penandatanganan fakta integritas usai mengikrarkan kesepakatan yang diikuti seluruh petugas Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas III Alahan Panjang.

Salah satu warga binaan ikut menandatangani fakta integritas.(Nofriadi/Triaspolitika.id)

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Darwan menuturkan, dalam deklarasi tersebut seluruh petugas maupun WBP berjanji untuk bersama-sama memerangi alat komunikasi seperti telepon genggam masuk di lingkungan tahanan.

Selain bersepakat memerangi telepon genggam masuk dilingkungan tahanan, petugas juga berikrar untuk memberantas narkoba atau sejenisnya.

”Ini bukan sekedar deklarasi semata. Namun ada ikrar atau janji sungguh-sungguh yang diucapkan petugas bersama warga binaan dalam memerangi HP ilegal dan Narkoba, serta zero terhadap pungutan liar di lingkungan Lapas Alahan Panjang,” ujar Darwan, pada Triaspolitika.id, Selasa, (5/10/2021).

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Darwan saat menandatangani fakta integritas.(Nofriadi/Triaspolitika.id).

Setelah berjanji lanjut Darwan, tidak ada lagi toleransi. Siapa saja yang bermain-main terhadap perintah Dirjen Pas konsekuensinya tindakan tegas.

”Tidak ada toleransi bagi petugas, maupun warga binaan. Jika masih mau bermain-main terhadap perintah Dirjend Pas, saya tidak segan menindak tegas. Baik itu petugas Lapas, maupun wrga binaan,” tegas Darwan.

Lapas Alahan Panjang Deklarasi Perang Halinar (Nofriadi/Triaspolitika.id).

Kata Darwan pihaknya serius menjadikan Lapas Alahan Panjang sebagai patron Lapas dan Rutan di Indonesia . Untuk itu, tidak ada kata toleransi terhadap pelanggaran. ”Sangsinya tegas dan jangan coba main-main dengan ikrar yang sudah diucapkan,” tegasnya.

Reporter: Nofriadi

BERITA PILIHAN