KSB di Dangia, Bukti Perlindungan Sosial Pemerintah terhadap Masyarakat

waktu baca 2 menit
KSB di Dangia, Bukti Perlindungan Sosial Pemerintah terhadap Masyarakat.|Hery/Triaspolitika.id

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Koltim Abdul Azis, mengapresiasi atas pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Anambada, Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Menurut Azis, penempatan kampung siaga bencana di Desa Anambada merupakan pilihan yang tepat. Mengingat Anambada merupakan salah satu wilayah rawan bencana bajir.

”Desa Anambada merupakan wilayah langganan bencana banjir. Hampir setiap tahunnya. Bahkan banjir di wilayah ini, kerap terjadi beberapa kali dalam satu tahunnya,” ujar Azis, usai membuka kegiatan simulasi penanggulangan bencana, pada Rabu, (26/10/2022).

Bupati Abdul Azis juga mengucapkan terima kasih kepada relawan sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana), yang telah mendedikasikan dirinya dalam penaggulangan bencana di Kolaka Timur.

” Terima kasih kepada Tagana yang telah mendedikasikan diri untuk siap menghadapi bencana alam di Kolaka Timur,” ujarnya.

Azis juga menghanturkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara, karena sangat perhatian terhadap permasalahan bencana di Kolaka Timur.

Kata Azis, pemerintah harus hadir ditengah masyarakat dalam bentuk program dan kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi resiko dari bencana.

”Pemerintah harus hadir untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, sehingga bisa terhindar dari korban bencana,” katanya.

Kata dia, pemerintah daerah selalu mengkaji segala permasalahan yang dialami masyarakat. Hal itu dilakukan supaya program pemerintah dapat berorientasi pada kesejahteraan sosial baik bencana alam, bencana sosial maupun bencana non alam.

“Bukan hanya bencana alam yang perlu diantisipasi di Kolaka Timur. Masih banyak bencana- bencana lain termasuk kemiskinan ektrim dan Stunting,” kata Azis.

”Mudah-mudahan dinas sosial provinsi dan dinas sosial kabupaten tidak hanya fokus pada bencana alam, tetapi juga pada bencana lain,” sambungnya.

Kendati bencana merupakan hal yang tidak dapat diprediksi kejadiannya, namun bupati Azis berharap Tagana Koltim terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat.

Diketahui, kegiatan simulasi kampung siaga bencana diikuti 150 peserta yang terdiri dari 50 personel dari Tagana dan 100 peserta dari masyarakat Desa Anambada yang tergabung dalam Kelompok Kampung Siaga Bencana Anambada.

Reporter: Hery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *