Kontraktor Nunggak, Dua Bangunan Sekolah di Muna Disegel

waktu baca 2 menit
Kepala seksi Saran prasarana SD Dikbud Muna, La Afi (tengah baju putih) saat berkunjung ke Kantor Balai PUPR Pemrov Sultra.

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Dua bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Pasir Pitih, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara disegel oleh penyedia material. Dua sekolah dasar yang disegel tersebut yaitu SDN 2 Pasir Putih dan SDN 3 Pasir Putih.

Dua bangunan itu disegel akibat kontraktor proyek pembangunan kedua gedung tersebut belum melunasi utang material yang ia gunakan dalam proses pembangunan senilai Rp268 juta.

Akibatnya, pembangunan kedua sekolah tersebut terhenti sementara. Padahal masih ada beberapa item proyek tersebut belum terselesaikan.

Kepala seksi Saran prasarana SD Dikbud Muna, La Afi membenarkan jika penyegelan gedung sekolah SDN 2 Pasir Putih dan SDN 3 Pasir Putih dikarenakan pihak kontraktor proyek yang belum melunasi utang material.

Bahkan kata La Afi penyegelan sekolah itu sudah yang ketiga kalinya.

Kata Afi, pihaknya sudah mengadakan rapat bersama dengan pemilik material, Kapolsek, Camat serta utusan kontraktor dari perusahaan tersebut. Rapat bersama itu dilaksanakan pada 28 Mei 2022 lalu, dengan kesepakatan pihak kontraktor bakal sesegera mungkin melunasi utang material yang sudah digunakan.

“Namun hingga saat ini belum pihak kontraktor tak kunjung melunasi. Padahal janji Kontraktor bakal melunasi utang tersebut pada akhir bulan Mei,” kata Afi pada Triaspolitika.id, Kamis (30/07/2022).

Lanjut Afi, kontraktor sempat menitipkan dana senilai Rp50 juta kepada kepala sekolah, untuk diberikan pada pemilik material.

Namun pihak kepala sekolah enggan memberikan dana tersebut, karena dana yang diberikan belum mencukupi untuk melunasi utang material.

Kata Afi, pihaknya juga telah bertandang ke kantor Balai PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara pada 30 Mei 2022.

”Menurut pihak Balai PUPR, masih ada dana kisaran Rp400 juta yang bisa digunakan untuk melunasi utan tersebut. Namun dana tersebut bisa digunakan usai pemeliharaan bangunan,” jelas Afi.

“Kita berharap utang tersebut segera dibayarkan, agar tidak terjadi penyegelan lagi. Dengan begitu, siswa bisa belajar tanpa ada gangguan,” sambungnya.

Reporter: Bensar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!