Koltim Jadi Juara Cetak Sawah Baru di Sultra, Capai Lebih dari 2.000 Hektare

waktu baca 2 menit
Koltim Jadi Juara Cetak Sawah Baru di Sultra, Capai Lebih dari 2.000 Hektare

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menjadi daerah dengan realisasi cetak sawah baru terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2025. Dari total lebih dari 6.000 hektare kuota cetak sawah baru untuk seluruh kabupaten di Sultra, Koltim memperoleh porsi terbesar, yakni lebih dari 2.000 hektare, yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Koltim, Ridwan, SP., M.Si, menyebut program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada peningkatan kedaulatan pangan nasional.

“Harapan kami dengan adanya penambahan cetak sawah baru ini, produksi padi di Koltim tiap musim terus meningkat. Apalagi tahun ini produksi padi Koltim surplus hingga empat kali lipat,” ungkap Ridwan saat membuka sosialisasi cetak sawah baru tahun anggaran 2025 di Aula Kantor Kecamatan Poli-Polia, Rabu (5/11).

Ridwan menambahkan, setelah proses pencetakan rampung, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) melalui brigade pangan dengan cakupan 150–200 hektare per brigade. Jenis bantuan tersebut meliputi hand tractor, combine harvester, serta dukungan benih unggul dan pupuk untuk mendukung produktivitas sawah baru.

Kepala Kantor Penyuluh Tanaman Pangan Kecamatan Poli-Polia, Sukriadi, menyebutkan total areal cetak sawah baru di wilayahnya mencapai 124,51 hektare, meliputi Desa Tausu (29,98 ha), Tokai (55,29 ha), Andowengga (18,25 ha), dan Wia-Wia (21,07 ha). Sementara di Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, ditetapkan seluas 21 hektare.

Sementara itu, Camat Poli-Polia, Sulaeman, SE, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap peningkatan sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Memang ada sedikit kendala seperti di Desa Tausu yang belum memiliki bendungan, tapi kami optimistis ke depan akan ada solusi agar potensi pertanian bisa maksimal,” ujarnya.

Antusiasme juga tampak dari para petani penerima manfaat. Salah satunya La Ode Hasrun, petani asal Desa Tokai, yang mengaku senang karena bantuan cetak sawah baru ini membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan mereka.

“Selama ini kami terbatas lahan dan alat. Dengan program cetak sawah baru dan bantuan alat, kami bisa garap lebih luas dan hasil panen bisa dua kali lipat,” katanya dengan semangat.

Petani lainnya, Wa Ani dari Desa Wia-Wia, berharap pemerintah terus mendampingi mereka setelah proses cetak sawah rampung.

“Kami butuh bimbingan juga soal cara tanam dan pupuk yang tepat. Kalau pendampingan terus jalan, hasil panen pasti lebih bagus,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Camat Ladongi, Lurah Welala Rudi, perwakilan Kecamatan Aere, Danramil Tirawuta, Kapolsek Ladongi, serta ratusan masyarakat petani dari tiga kecamatan.

Editor: Dekri