Kisah Asmuliady, Melawan Terik Matahari Demi Prokes

waktu baca 2 menit
Asmuliady, Melawan Terik Matahari Demi Prokes

Oleh : Dekri Adriadi
Wartawan : Kolaka

Keringatnya berjatuhan, membasahi pipi serta sekujur tubuhnya. Tapi dia tetap semangat, padahal hanya Megaphone yang dia punya. Pria itu berjalan kaki, menahan teriknya matahari.

Setiap bertemu orang, dia imbau untuk tetap gunakan masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan. Dia tidak lelah akan seruan itu, meski beberapa diantara yang ia jumpai mengabaikan seruannya.

Dia hanya yakin, kesadaran orang akan bahaya wabah virus corona itu memang belum datang. Dan suatu nanti pasti sadar dan datang kesadaran itu.

”Saya tidak peduli, mereka mau dengar atau tidak, yang jelas pesan ini harus terus saya sampaikan, demi kebaikan dan kesehatan kita bersama,” ujar Asmuliady, seorang polisi berpangkat Inspektur polisi satu yang kerap terlihat semangat memberikan pemahaman masyarakat di objek wisata Kajuangin.

Kata Iptu Asmuliady, masyarakat harus selalu di imbau untuk menaati protokol kesehatan. Sebab, banyak masyarakat yang kadang abai akan hal tersebut.

”Banyak yang saya jumpai disana, mereka tidak mengenakan masker saat berwisata. Makanya saya membawa masker untuk diberikan ke mereka yang tidak mengenakan masker,” kata Asmuliady.

Asmuliady tidak berhenti memberikan pemahaman terhadap wisatawan. ”Yah namanya juga masyarakat, kadang juga ada yang kepala batu, tapi sebagai pengayom kita jangan berhenti,” tuturnya.

Polisi itu mengatakan tidak bakal berhenti memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahayanya wabah dari virus corona.

”Ada banyak disana yang ingin bebas dan menikmati suasana luar, namun terkurung akan ruang isolasi. Itu karena apa, kalau bukan abai akan protokol kesehatan,” ujar Asmuliady.

Meski terik matahari, tidak membuat Asmuliady gentar untuk menyampaikan ke wisatawan. Dikatakan Asmuliady, baliho maupun poster yang ia pasang disetiap objek wisata tidak efektif dalam memberikan pemahaman masyarakat.

Sehingga ia memilih untuk terjun langsung dengan membawah Megaphone dihadapan masyarakat. ”Saya berteriak, memita tolong ke mereka untuk gunakan masker, jaga jarak. Dan saya lakukan disetiap hari libur,” kata Asmuliady.

Iptu Asmuliady berharap, wabah virus corona segera berakhir, agar perekonomian masyarakat kembali stabil.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!