Kisah Ardiansyah, Pedagang Donat yang bertahan ditengah Pandemi Covid-19

waktu baca 2 menit
Adriansyah saat mengawasi karyawannya membuat Donat hias.|Dekri/Triaspolitika.id

Dekri Adriadi
Reporter : Kolaka Triaspolitika.id

Ardiansyah adalah salah satu pengusaha Roti Lompi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terbilang mampu bertahan ditengah pemberlakukan PPKM saat ini.

Tidak hanya bertahan dalam usahanya memproduksi donat, pemilik Roti Lompi ini juga berhasil untuk tidak merumahkan karyawannya.

Padahal, situiasi pandemi yang disusul dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup mengurangi omset penjualan terhadap para Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) diwilayah manapun.

Namun berbeda halnya dengan pria kelahiran 25 April 1990 ini, ia justru berhasil memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 hingga PPKM sebagai cara meraup pasar dagang yang epektif.

Kata Adriansyah, memanfaatkan jejaring sosial media adalah cara jitu dalam meraih pasar ditengah pemberlakuan PPKM saat ini.

Dikatakan Adriansyah, awal pemberlakuan lockdown oleh pemerintah cukup berdampak pada penghasilan UMKM dimanapun, termaksud terhadap usahanya dalam membuat donat.

”Saat itu masyarakat tidak mau lagi berbelanja di luar, karena warga dilarang untuk beraktifitas jika tidak mendesak. Ditambah lagi sekolah ikut diliburkan. Sedangkan kami kerap mendapat pembeli dari siswa,” kata Adriansyah pada Triaspolitika.id.

Situasi saat itu, tidak membuat Adriansyah harus berputus asa. Dia mengambil cara lain dengan memanfaatkan jejaring sosial media sebagai cara dalam mempromosikan dagangan nya.

Setelah menikmati pemesanan melalui media sosial, Adriansyah kemudian membimbing sejumlah karyawannya untuk memciptakan varian rasa donat hias sesuai keinginan konsumen saat ini.

Alhasil pemesan donat hias miliknya membludak. Kata dia, situasi pemberlakuan PPKM saat ini, warga tidak perlu keluar rumah lagi untuk menikmati apa yang menjadi keinginannya termaksud jajanan makanan.

”Dengan cara mempromosiakan dagangan melalui sosial media yang ada, tidak menciptakan transaksi jual beli secara langsung yang bisa menimbulkan kerumunan, sama halnya taat pada pemberlakuan PPKM,” ujar Adriansyah.

Kata dia masyarakat tidak perlu kaku dalam menghadapi situasi seperti saat ini. ”Pesan makanan via online, kemudian bisa diantarkan langsung dengan menggunakan jasa kurir. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari ganasnya wabah virus corona,” katanya.

Dalam menerapkan protokol kesehatan terhadap usahanya, Adriansyah mewajibkan seluruh karyawannya untuk ikut vaksin, rajin mencuci tangan usai beraktifitas, serta mengenakan masker.

Ardiansyah menambahkan, dalam sehari dirinya mampu memproduksi 500 donat hias berbagai macam rasa dan warna hiasan donat, yang dibandrol mulai dari harga Rp5 ribu rupiah, hingga Rp55 ribu rupiah.

”Saya berharap masyarakat maupun pemilik UMKM dimanapun berada dapat menerapkan protokol kesehatan. Agar Covid-19 segera berakhir,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!