Ketua Gerindra Sultra Respon Mundurnya Pengurus di Muna: “Gerah Bertopeng”

waktu baca 2 menit

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Mundurnya belasan pengurus partai Gerindra di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mendapat respon dari ketua DPD Gerindra Sultra Andi Adi Aksar.

Kata Andi, terkadang dalam pelaksanaan perhelatan pemilihan kepala daerah kerap dikejutkan dengan berbagi drama. Termasuk dengan tarik dirinya sejumlah pengurus partai Gerindra di Muna dalam mendukung pasangan calon usungan partai.

Menurut dia, hal itu juga dapat dikatakan sebagai bentuk kebenaran yang terungkap.

“Di momen pilkada ini, kadang banyak orang yang sudah gerah, sehingga membuka topengnya sendiri,” sindir Andi menyikapi ketidak solidtan pengurus partai Gerindra Muna, Selasa (15/10/2024).

Untuk itu, orang kepercayaan Presiden RI terpilih ini menyampaikan dengan tegas, agar pengurus partai yang tidak mengikuti perintah partai segera keluar dari kepengurusan.

“Kami di Gerindara ketika ada kader yang tidak ikut perintah atau amanat partai, sebaiknya segera mengundurkan diri sebelum dikeluarkan dari kepengurusan,” tegasnya.

Ady menyampaikan dengan lantang, bahwasanya keputusan tertinggi dari Ketua Umum Partai Gerindra yaitu, kader Gerindra wajib mentaati keputusan partai.

“Majunya Purnama Ramadhan di Pilkada Muna itu berdasarkan keputusan ketua umum. Jadi seluruh pengurus partai wajib mendukung dan memenangkan. Siapa pun kader Gerindra yang membangkan dengan keputusan ketum bakal dikeluarkan dan dicabut kartu keanggotaannya,” jelas Andi Ady Aksar.

Ady mengaku sudah memerintahkan Purnama Ramadhan untuk segera menyusun struktur keanggotaan DPC Gerindra Muna yang baru.

Ketua DPD Gerindra Sultra itu juga mengucapkan syukur atas mundurnya belas kadernya yang tidak mendukung Ketua DPC Gerindra Muna maju di Pilkada Muna.

“Mumpung mereka sudah mundur duluan, Alhamdulillah bagi saya. Jadi saya dan Pak Purnama tidak repot repot lagi,” sindir Ady.

Ady juga menjawab terkait pernyataan belasan kader Gerindra jika Purnama Ramadhan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri serta tidak memiliki prestasi di tubuh Partai Gerindra Muna.

Kata dia, majunya Purnama Ramadhan di Pilkada Muna merupakan kepentingan partai dan kepentingan masyarakat banyak.

“Yang jelas orang maju itu kan selain untuk kepentingan pribadi juga untuk kepentingan partai. Pertanyaan saya jangan sampai mereka punya kepentingan yang lain,” ujarnya.

Ady juga menjawab pernyataan sejumlah pengurus terkait tidak adanya prestasi Purmana di partai Gerindra.

“Sebaiknya mereka bercermin dulu. Sekarang prestasi mereka apa. Maju Caleg saja tidak terpilih. Pak Purnama, dari tiga kursi bisa menjadi empat kursi. Akhirnya Muna bisa dapat kursi pimpinan. Dia maju jadi calon kepala daerah juga itu prestasi, elektabiltasnya juga cukup tinggi di Pilkada Muna,” pungkasnya.

Reporter: Bensar Sulawesi