oleh

Kantor Desa Lombu Jaya Disegel Warga, Kades: Masih Terbawa Suasana Pilkades Kemarin

MUBAR, TP – Sejumlah warga menyegel kantor Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin, (7/6/2021) malam. Penyegelan kantor itu dilatarbelakangi ketidak puasan warga atas pelayanan yang diberikan Kepala Desa Lombu Jaya, La Ode Andi Yusuf.

Pasalnya, warga menuding Kades Lombu Jaya tidak transparan dalam pengelolaan anggaran dana desa. Selain itu kata warga, La Ode Andi Yusuf juga kerap tidak melibatkan aparat desa hingga BPD dalam pengambilan keputusan terhadap pembangunan wilayah tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Kades Lombu Jaya, La Ode Andi Yusuf yang ditemui Triaspolitika.id menjelaskan, jika penyegelan kantor desa merupakan dinamika politik yang memang sering terjadi dalam sebuah pemerintahan.

La Ode Andi Yusuf mensinyalir jika penyegelan kantornya sangat tendensius dengan politik di Pilkades lalu.

“Penyegelan kantor desa dilatar belakangi oleh tuntutan mereka terhadap saya agar transparan dalam pengelolaan dana desa. Kalimat ini membuat saya bingung, karena saya menduga mereka masih terbawa dalam suasana politik kemarin,” jelas La Ode Andi Yusuf, saat ditemui Triaspolitika.id, di kediamannya, Kamis (10/6/2021).

La Ode Andi Yusuf menuturkan jika pihaknya selalu melibatkan aparat desa, BPD, hingga masyarakat dalam pengambilan Keputusan melalui musyawarah terkait pembangunan di desa.

“Sejak dilantik saya selalu melibatkan masyarakat dalam rapat musyawarah, itu untuk mengetahui aspirasi mereka. Tetapi orang-orang yang menyegel kantor desa kemarin, mereka tidak pernah menghadiri rapat setiap kali saya undang. Ini menjadi pertanyaan saya, transparasi apa yang mereka inginkan sementara rapat mereka tidak pernah hadir,” ujar Kades Lombu Jaya.

La Ode Andi Yusuf juga menanggapi atas tuduhan warga terkait pemangkasan penerima BLT yang tidak dimusyawarahkan.

”Seperti pembagian bibit sapi dan ayam yang tidak tepat sasaran, itu tidak benar adanya. Karena memang pada dasarnya saat rapat saya selalu mengundang masyarakat dan BPD. Mengenai pembagian sapi yang tidak tepat sasaran, dimananya yang tidak tepat sasaran, kecuali kalau kita bagikan untuk warga di luar Desa ini atau saya bagikan pada sepupu atau adik-adik saya, tapi inikan pembagian pada warga yang selama ini belum disentuh bantuan,” jelas La Ode Andi Yusuf.

Terkait mekanisme pembagian bibit ayam kata dia, juga sudah tepat sasaran. ”Sasarannya semua masyarakat dan tidak dipila-pila, cuma ada sebagian masyarakat yang tidak dapat sebab, secara domisili mereka masih warga disini, namun mereka sudah tidak menetap disini. Nah ini juga menjadi tuntutan mereka, seperti yang tidak dapat bantuan bibit ayam tetap dikasihkan,” katanya.

Lebih lanjut La Ode Andi Yusuf menuturkan, jika warga yang melakukan penyegelan kantor desa juga mendapatkan bantuan dari pemerintah desa.

“Mereka-mereka yang ngotot ini pernah juga dapat bantuan sapi, bantuan ayam, serta bantuan pemerintah desa lainya,” katanya.

Dia juga mengaku jika tidak ada praktik pungli dalam progaram pembagian bibit sapi dan ayam. “Dalam pembagian bibit sapi dan ayam ini, dalam ingatanku tidak ada yang mengarah ke pungli artinya itu keliru jika ada tuduhan ada praktik pungli di dalamnya. Sebab, kita sudah jalan sesuai koridor yang ada,” tandasnya.

Reporter : Dedi

HUKUM KRIMINAL