Kampanye Lohia: Janji Rajiun-Purnama dan Penuntasan Keluhan Warga
Penulis: Bensar Sulawesi
Muna, Triaspolitika.id – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tinggal menghitung hari, sejumlah kandidat yang sudah dinobatkan oleh KPU sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati mulai unjuk gigi, menebar visi dan misi.
Sejumlah program ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon. Masyarakat tinggal menilai siapa figur yang mempunyai nilai jual yang baik, serta memiliki program unggul yang nantinya bisa mensejahterakan masyarakat di daerah setempat.
Sejumlah tim dan relawan paslon kini bersorak, saling klaim memiliki jagoan yang bisa diandalkan untuk memimpin suatu daerah.
Di tengah lapangan sepak bola Desa Mantobua, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Terlihat masyarakat tumpah ruah. Mereka memadati lapangan itu hingga sepanjang jalan raya.
Masyarakat mau menyaksikan janji pasangan calon bupati nomor urut 2 Rajiun Tumada-Purnama Ramadhan, yang disampaikan melalui orasi politik.
Harapan Masyarakat Lohia
Harapan masyarakat dipundak Rajiun dan Purnama dapat melahirkan solusi akan kondisi Muna yang masih terbilang jauh tertinggal dari kabupaten seusianya di jazirah Provinsi Sulawesi Tenggara.
La Badi adalah seorang tokoh masyarakat asal Kecamatan Lohia. Ia mengatakan Kecamatan Lohia terdiri dari sembilan desa. Kesembilan desa tersebut memiliki potensi berbeda-beda yang bisa dikembangkan dan pastinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Ada desa yang bisa dikembangkan khusus dibidang peternakan, ada pertanian ada juga dibidang pariwisata dan perikanan,” kata La Badi di momen kampanye paslon berakronim RahmaT-Nya Muna, Selasa, (01/10/2024).
La Badi juga menyampaikan keluhannya terkait infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Banggai, Kecamatan Duruka. Serta terdapat sebagian besar akses jalan di wilayah Kecamatan Lohia dengan kondisi rusak parah.
“Sehingga kami titip kepada bapak Rajiun dan pak Purnama, karna kami tau yang bisa menuntaskan apa yang menjadi aspirasi kami ini adalah pasangan RahmaT-Muna,” katanya dihadapan ribuan warga.

Janji LM Rajiun Tumanda
Ibarat gayung bersambut, Rajiun tak segan menjawab keluhan dari La Badi. Calon bupati Muna itu berjanji akan menuntaskan semua keluhan masyarakat jika terpilih sebagai bupati Muna.
Kata mantan bupati Muna Barat itu, apa yang menjadi aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak di daerah Muna bakal menjadi prioritas pasangan RahmaT-Nya.
“Kalau soal jalan serahkan kepada La Ode M Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan. Jika Tuhan meridhoi dan disertai do’a dan dukungan bapak, ibu, saudara-saudaraku sekalian di Pilkada ini, kami akan benahi, kita kasi bagus, biar nantinya semua jalan bisa hitam dan mulus,” janji Rajiun dihadapan masyarakat.
“Ini sudah saya buktikan di Muna Barat, bagaimana bapak ibu melihat jalan di Muna Barat dari 2015 kebawah hingga 2015 keatas. Awal saya masuk dan memimpin hanya sekitar delapan kilometer saja, Alhamdulillah bapak ibu bisa lihat sekarang bagaimana di Muna Barat saat ini. Jadi jangan ragu, serahkan itu kepada kami,” sambung Rajiun.
Selain perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan, Rajiun juga berjanji bakal mengembangkan semua sektor yang dimiliki sembilan desa di Kecamatan Lohia.
“Baik di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata maupun sektor lainnya, apa yang dimiliki Lohia kita akan genjot, hingga bisa menjadi sumber andalan dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Disana tidak hanya ada Rajiun. Purnama Ramadhan sebagai calon wakil bupati Muna juga angkat bicara. Sebagai putra asli Kecamatan Lohia, Purnama mengajak masyarakat setempat untuk memenangkan RahmaT-Nya di Pilkada 27 November 2024 mendatang.
“Diantara lima pasang calon hanya Purnama Ramadhan yang merupakan putra Kecamatan Lohia. Tentu sebagai putra asal Lohia saya memahami betul apa yang menjadi keluhan keluarga saya yang ada di Kecamatan Lohia ini, salah satunya yaitu air bersih,” katanya.
Purnama juga mengingatkan masyarakat saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur PDAM apa yang menjadi keluhan masyarakat akan air bersih di kecamatan Lohia dapat dituntaskan.
Meskipun keterbatasan anggaran daerah saat itu, tak membuat dirinya pasrah begitu saja.
“Maka saat itu yang harus saya lakukan adalah mencari anggaran dari pemerintah pusat, dan alhamdulilah anggaran itu kita dapatkan hampir 30 miliar dan persolan kebutuhan air bersih bisa terjawab saat itu,” ungkapnya.
Untuk itu Purnama mengatakan jika ia bersama calon bupati Rajiun Tumanda dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Muna 5 tahun kedepan, seluruh keluhan masyarakat dapat diselesaikan dengan skala prioritas.

Orasi dari Paslon yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, disambut antusias warga. Sebelum berorasi, paslon RahmaT-Nya disambut dengan silat Ewa Wuna.(*)







