Kades Tanjung Pinang Bantah Non Aktifkan dan Tudingan Tahan Honor Guru PAUD
MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Kepala Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Abdul Aziz membantah terkait tudingan dirinya menonaktifkan dan menahan gaji tiga guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa setempat.
Diberitakan sebelumnya, salah satu guru PAUD di Desa Tanjung Pinang yang namanya minta dirahasiakan, mengaku dirinya bersama kedua rekannya belum menerima pembayaran honor yang sesuai sejak awal tahun 2024.
“Upah mengajar yang diberikan terhitung hanya dua bulan,” ujar sang guru, pada Selasa (14/1/2025). Dikutip dari Telisik.id.
Saat dijumpai di kediamannya pada Kamis 16/1/2025) sore, Kepala Desa Tanjung Pinang, Abdul Aziz menjelaskan bahwa honor yang tidak dibayarkan disebabkan oleh karena tidak ada proses belajar mengajar selama beberapa bulan karena kondisi gedung dalam tahap renovasi, begitupula jembatan titian juga dalam proses renovasi.
“Jadi tidak ada penonaktifan tenaga pengajar/ guru, hanya memang selama beberapa bulan ini tidak ada proses belajar mengajar disebabkan gedung PAUD dan jembatan dalam tahap renovasi, terkait honor, itu tidak ditahan tapi di Silpa-kan oleh Pemdes,” terangnya.
Lebih jauh Abdul Aziz menjelaskan bahwa kondisi Desa yang dipimpinnya adalah sebuah wilayah Pesisir yang letaknya ada diatas air laut. Pada awal renovasi gedung PAUD, disepakati bahwa proses belajar anak didik dialihkan ke gedung serba guna yang letaknya bersampingan. Namun gedung serbaguna tersebut tidak memiliki pembatas.
“Namun di gedung serbaguna ini beresiko buat anak-anak, karena tidak ada pembatasnya. Dari laporan guru, rawan pada anak PAUD bisa jatuh ke air/laut, karena anak-anak terkadang bermain seluncuran, sebab ketahui bersama bersama anak-anak PAUD ini aktifnya luar biasa.”jelasnya.
“Maka melihat Resiko ini, beberapa hari kemudian saya menjumpai salah satu guru untuk mencari solusi agar proses belajar mengajar kembali dialihkan dengan cara menjumpai langsung anak didik atau memakai rumah warga, namun sampai saat ini arahan saya tidak terlaksana,” sambungnya.
Dari penjelasan itu, Abdul Aziz menyebutkan bahwasanya honor para guru PAUD ini di silpa-kan oleh Pemdes.
“Di Silpa-kan oleh Pemdes, karena pada Dasarnya memang tidak proses belajar mengajar pada beberapa bulan ini,”
Diketahui saat ini gedung PAUD Desa setempat terlihat masih dalam tahap finishing. Jembatan yang menghubungkan gedung PAUD dengan balai serbaguna juga masih dalam pengerjaan, dengan lantai jembatan yang belum selesai dipasang.
Abdul Aziz juga mengaku telah bertemu dengan guru-guru tersebut dan telah menjelaskan terkait masalah tersebut.
“Saya sudah menemui mereka dan menjawab apa yang mereka keluhkan.” Pungkasnya.
Reporter: Dedi







