Harlah ke-66 PMII Jadi Momentum Perkuat Konsolidasi Internal

waktu baca 2 menit
Ketua Kaderisasi PC PMII Kolaka, La Ode Nazili.

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Peringatan hari lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi di tengah dinamika gerakan mahasiswa yang kian kompleks.

Dalam sejumlah kegiatan refleksi yang digelar di berbagai daerah, Minggu (19/4/2026), isu penguatan soliditas organisasi menjadi perhatian utama.

Sejumlah kader menilai perlunya memperkuat kesamaan visi, memperjelas arah gerakan, serta mempererat hubungan antarstruktur organisasi.

“Konsolidasi bukan hanya soal berkumpul, tetapi bagaimana menyatukan gagasan, menyamakan langkah, dan memperkuat komitmen perjuangan,” ujar salah satu kader dalam forum diskusi Harlah ke-66 PMII.

Selain itu, pembenahan sistem kaderisasi juga dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat internal organisasi. Sejumlah pengurus menyoroti perlunya peningkatan kualitas kader, baik dari sisi intelektual, ideologis, maupun kapasitas kepemimpinan.

Ketua Kaderisasi PC PMII Kolaka, La Ode Nazili, menegaskan bahwa momentum Harlah ke-66 harus dimanfaatkan sebagai titik balik dalam memperkuat basis kaderisasi di tingkat cabang.

“PMII hari ini tidak kekurangan kader, tetapi yang kita butuhkan adalah kader yang terarah, militan, dan memiliki kedalaman ideologis. Konsolidasi internal harus dimulai dari pembenahan kaderisasi, karena di situlah fondasi utama organisasi dibangun,” kata Nazili.

Ia juga menekankan pentingnya keseragaman pola kaderisasi di setiap tingkatan struktur untuk menghindari disorientasi gerakan. Menurut dia, kaderisasi yang tidak terarah berpotensi melahirkan kader yang kehilangan identitas dan arah perjuangan.

“Ke depan, kita harus memastikan bahwa setiap proses kaderisasi berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. Tidak boleh ada kader yang hadir tanpa proses, atau bergerak tanpa pijakan nilai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nazili menyebut konsolidasi internal bukan hanya tanggung jawab pengurus, melainkan seluruh kader PMII. Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk kembali pada nilai-nilai dasar pergerakan dan memperkuat solidaritas.

Momentum refleksi ini juga dinilai sebagai ruang untuk membangun kembali kepercayaan internal serta memperbaiki komunikasi organisasi yang selama ini belum optimal. Dengan komunikasi terbuka dan budaya organisasi yang sehat, PMII diharapkan tumbuh menjadi organisasi yang solid dan progresif.

Melalui penguatan konsolidasi internal pada Harlah ke-66 ini, PMII diharapkan mampu menata masa depan organisasi secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

  • Reporter: A. Jamal