Hari Buruh, PMII Kolaka Soroti Keselamatan dan Kesejahteraan Pekerja

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIAS POLITIKA.ID – Memperingati Hari Buruh Internasional, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kolaka menyoroti kondisi buruh di wilayah Bumi Mekongga yang dinilai masih menghadapi persoalan keselamatan kerja dan kesejahteraan.

Ketua PC PMII Kolaka, Bhakti Eki Permadi, menyatakan Kabupaten Kolaka sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang besar memiliki aktivitas industri dan pertambangan yang tinggi.

Kondisi tersebut membuat banyak buruh menggantungkan hidup pada sektor tersebut, termasuk dalam proyek-proyek strategis nasional (PSN).

“Namun di balik geliat pembangunan dan investasi, masih terdapat persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian serius, baik pemerintah maupun perusahaan,” ujarnya, Jumat (1/5).

Menurutnya, isu keselamatan kerja menjadi hal krusial mengingat tingginya risiko yang dihadapi pekerja, khususnya di sektor pertambangan dan industri pengolahan. Selain itu, aspek kesejahteraan dinilai belum merata.

PMII Kolaka mencatat masih adanya buruh yang bekerja dengan upah yang tidak sebanding dengan beban kerja, serta keterbatasan akses terhadap jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja yang layak.

Organisasi tersebut menegaskan buruh bukan sekadar bagian dari roda produksi, melainkan individu yang memiliki hak untuk hidup layak, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, momentum Hari Buruh dinilai penting sebagai refleksi bersama agar pembangunan tidak mengabaikan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Pembangunan di Bumi Mekongga tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi buruh sebagai tulang punggungnya,” tegasnya.

Melalui momentum ini, PMII Kolaka mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan serta memastikan implementasi regulasi ketenagakerjaan berjalan optimal.

Di sisi lain, perusahaan diharapkan memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.

“Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat bahwa perjuangan untuk mewujudkan keadilan bagi pekerja masih panjang,” pungkas Bhakti.

  • Reporter: A. Jamal