Hadiri Festival Ogoh-ogoh, Bupati: Mari Bingkai Mubar dengan Persatuan dan Stabilitas Keamanan

waktu baca 2 menit
Bupati Mubar, Achmad Lamani (Masker Putih) saat menghadiri sekaligus membuka festival ogoh-ogoh Umat Hindu di lapangan sepakbola Desa Labukolo, Sabtu (26/2/2022). Dedi/Triaspolitika.id

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Achmad Lamani hadir sekaligus membuka festival ogoh-ogoh umat Hindu yang digelar di lapangan sepakbola Desa Labukolo, Kecamatan Tiworo Tengah, Sabtu (26/2/2022).

Festival ogoh-ogoh tersebut digelar sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi bagi umat Hindu yang ada di Mubar.

Pada kesempatan tersebut, Achmad Lamani mengatakan kegiatan festival ogoh-ogoh ini adalah kegiatan yang harus ditunjang dan didukung secara bersama-sama.

“Bukan hanya pesona wisata sejuta pulau yang harus dikembangkan, tetapi Mubar juga punya berbagai etnis budaya yang menjadi pesona, contohnya seperti festival ogoh-ogoh ini,” katanya.

Mantan Sekda Mubar ini juga mengatakan bahkan pada festival ogoh-ogoh tersebut semua suku etnis, budaya maupun agama bisa langsung menyaksikan acara tersebut.

“Karena hal ini adalah bagian dari kebhinekaan dan bagian dari kekayaan budaya kita, jadi semua terbuka untuk siapa untuk menyaksikan. Olehnya itu saya berharap mari kita bingkai Mubar ini dengan persatuan dan stabilitas keamanan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Mubar, Kadek Resana mengucapkan rasa terimakasihnya pada Pemda Mubar yang telah mendukung festival ogoh-ogoh tersebut.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan pemerintah dalam melestarikan budaya yang ada di Mubar khususnya acara ini. Kami juga bersyukur karena festival kali ini bisa diizinkan oleh Satgas Covid-19 Mubar setelah dua tahun terakhir tidak dilaksanakan,” tuturnya.

Kadek Resana juga berharap pada Pemda Mubar, agar festival ogoh-ogoh ini bisa menjadi salah icon budaya yang ada di Mubar. Dan Pemda selalu bisa memberikan solusi atas kekurangan agar bisa selalu dilestarikan.

“Kami umat Hindu sudah kurang lebih 30 tahun hidup dan mengabdikan diri untuk Mubar. Kami juga berharap tetap bertoleransi untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

Diketahui tujuh desa yang mengikuti festival ogoh-ogoh tersebut, yakni Desa Wapae Jaya, Kasimpa Jaya, Wulanga Jaya, Sido Makmur, Lawada Jaya, Labukolo, dan Desa Sukadamai.

Reporter: Dedi