Gerakan Pangan Murah di Koltim untuk Stabilisasi Harga dan Kendalikan Inflasi
KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menyelenggarakan gerakan pangan murah. Kegiatan ini bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di Kolaka Timur, yang dimulai dari Januari hingga Maret 2024. Acara tersebut berlangsung di lokasi pusat UMKM Koltim, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta, pada Selasa (1/10/2024).
Pjs Bupati Koltim, Ir. Ari Sismanto, dalam sambutannya menyatakan bahwa stabilisasi pasokan dan harga pangan dilaksanakan melalui berbagai program. “Program pertama adalah memfasilitasi transportasi. Oleh karena itu, kerja sama antar daerah yang telah kita jalin dengan Pemda mencoba mengintervensi dengan memfasilitasi distribusi,” ujarnya.
Ari Sismanto mencontohkan kerja sama antara Kabupaten Muna dan Kabupaten Kolaka Timur untuk beras. “Harga beras di penggilingan di Koltim diekspor ke Muna, kemudian pemerintah yang membayar transportasinya. Sehingga harga beras di Muna sama dengan harga beras di penggilingan di Koltim. Inilah bentuk intervensi pemerintah. Selain itu, stabilisasi pasokan dan harga pangan juga dilakukan dengan membagikan beras cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.
Di tahun 2024, pembagian beras dimulai dari Januari hingga Juli, dan pada Agustus telah mencapai 100 persen. Untuk Oktober dan Desember 2024, akan ada pembagian beras lagi. “Untuk Koltim, sekitar 13.237 keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan beras 10 kilogram per keluarga pada bulan Oktober dan Desember,” tambahnya.
Dinas Ketahanan Pangan Sultra juga membagikan beras cadangan pemerintah daerah. Sebanyak 222 kepala keluarga di UPT Tongauna, Kecamatan Ueesi, mendapatkan beras 36 kilogram per keluarga.
Ari Sismanto menyatakan bahwa stabilisasi pasokan dan harga pangan dilaksanakan melalui gerakan pangan murah secara masif. “Dinas Ketahanan Pangan Sultra telah melaksanakan kegiatan ini sebanyak 49 kali dalam satu tahun. Pemda Koltim telah berkali-kali melaporkan hasil yang luar biasa dan sangat antisipatif dalam menjaga inflasi di daerah Koltim,” pujinya.
Sekda Koltim, yang juga menjabat sebagai ketua harian tim pengendali inflasi daerah dan ketua satgas ketahanan pangan Koltim, turut mendukung kegiatan ini. Selain itu, stabilisasi pasokan dan harga pangan juga dilakukan melalui penyebaran kios pangan dan kios pangan penyeimbang.
Ari Sismanto berharap kios-kios penyeimbang akan berdiri di dekat pasar yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Koltim. “Jika harga di pasar turun, tidak apa-apa kios menjual lebih tinggi, supaya masyarakat tetap berbelanja ke kios-kios pelaku usaha yang ada di pasar. Namun jika harga naik, fungsi kios adalah menjual bahan dengan harga stabil untuk menyeimbangkan,” terangnya.
Beberapa langkah telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi di Kolaka Timur. “Kita akan terus berupaya mengendalikan inflasi,” tutup Ir. Ari Sismanto.
Reporter: Irstamto







