Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Guncang Kolaka Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

waktu baca 2 menit

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID -Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah barat laut Loea, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, pada Senin (14/7/2025) malam. Gempa terjadi pada pukul 19.38 Wita dan dirasakan oleh sejumlah warga.

Berdasarkan data dari Stasiun Geofisika Kendari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di darat pada koordinat 4,09 Lintang Selatan dan 121,81 Bujur Timur, tepatnya berjarak sekitar 1 kilometer barat laut Loea. Gempa terjadi pada kedalaman dangkal, yaitu 5 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, S.T., M.Geo., menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang berada di sekitar wilayah Loea.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif di daratan barat laut Loea,” ujarnya dalam siaran pers, Senin malam.

Guncangan Dirasakan Warga
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di wilayah Kolaka Timur dengan intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan seolah-olah ada truk yang melintas. Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa.

Hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Belum Ada Gempa Susulan
Hingga pukul 19.55 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masyarakat diharapkan menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Pastikan struktur bangunan rumah dalam kondisi aman sebelum kembali ke dalam,” tambah Rudin.

Informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi tsunami hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG, seperti media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id, serta aplikasi mobile InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Reporter: Redaksi