DPPKB Konawe Gelar Pertemuan Tehnis Pelaporan Berbasis Digital

waktu baca 2 menit
Ismail SKM., M. Kes Kepala bidan keluarga sejahtera DPPKB Konawe

TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DPPKB Konawe menggelar pertemuan tehnis terkait penginputan pelaporan berbasis digital di aula Puskesmas Abuki, Jumat 16/06/2023.

Pertemuan teknis ini melibatkan bidan, kader KB, ibu PKK dan tim pendamping keluarga (TPK) karena masih banyak yang bingung terkait penggunaan aplikasi pelaporan, terkait pendampingan calon pengantin berisiko stunting, ibu hamil yang berisiko stanting dan pasca persalinan balita.

Kepala bidan keluarga sejahtera DPPKB Konawe Ismail SKM., M. Kes mengatakan sistem pelaporan hasil pendampingan mereka selanjutnya di input di aplikasi elsimel yaitu elektronik siap menikah dan hamil ketika ada hasil pendampingan mereka yang berisiko maka tugas mereka melakukan pendampingan ketat.

“Tinggal dilihat resikonya apa seperti HB-nya yang rendah maka tugas mereka melakukan pendampingan memberikan pelayanan kesehatan memberikan edukasi penyuluhan agar yang tadi berisiko bisa normal, ” kata Ismail.

Di jelaskan Ismail, ada beberapa indikator berisiko stunting dari segi kebidanan adalah ukuran lengan atas atau Lila, HB rendah, indeks massa tumbuhnya yakni perbandingan antara berat dan tinggi badan dan beberapa indikator-indikator yang ada di aplikasi.

” jadi dia bentuknya di aplikasi itu disiapkan seperti pretest hasil pemeriksaan dari calon ibu hamil, pasca dan ibu balitanya, jadi yang menentukan mereka berisiko itu bukan mereka tapi aplikasi secara otomatis, begitu klik aplikasi langsung menyampaikan hasilnya beresiko dan tidak berisiko ” jelas Ismail.

Jika terjadi kasus beresiko maka bidan akan melakukan edukasi pendampingan dan pelayanan kesehatan kemudian ibu PKK sebagai penggerak dan mediator dan memastikan mereka mendapatkan bantuan sosial jika ada di wilayah itu dan kader KB melakukan pencatatan.

” karena di aplikasi masih banyak yang bingung sehingga kita berikan penjelasan, ada ranahnya ibu PKK ada ranahnya kader KB dan ada ranahnya ibu bidan, jika ranahnya ibu bidan berarti Ibu PKK tidak bisa masuk di situ, ” terangnya.

error: Content is protected !!