Dorong Literasi Keberlanjutan, PT Vale Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan di Morowali

waktu baca 3 menit

MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID
Di tengah transformasi energi global, Indonesia menghadapi tantangan besar sebagai negara penghasil mineral kritis. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anak usaha MIND ID, menyadari peran penting tersebut dan berkomitmen untuk memastikan praktik pertambangan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pelatihan literasi lingkungan sebagai bagian dari strategi komunikasi keberlanjutan perusahaan.

Pelatihan bertajuk Jurnalisme: Menarasikan Praktik Bisnis Berkelanjutan ini digelar di Morowali, Sulawesi Tengah, pada 21–22 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale dengan Perkumpulan Jurnalis Warga Indonesia (JUWITA), dan ditujukan untuk membekali komunitas lokal dan generasi muda dengan kemampuan menyusun narasi keberlanjutan yang berbasis data dan empati.

Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menjelaskan bahwa komunikasi yang adil dan transparan merupakan kunci untuk membangun kepercayaan publik dalam proses transisi hijau.

“Keberlanjutan tidak cukup hanya dijalankan, tapi juga harus dikomunikasikan secara terbuka dan inklusif. Ketika masyarakat lokal bisa memahami dan menceritakan sendiri proses ini, maka kepercayaan akan tumbuh secara organik,” kata Vanda dalam keterangan resminya, Senin (21/7).

Integrasi ESG dan Penguatan Peran Komunitas

PT Vale telah menerapkan berbagai praktik tanggung jawab lingkungan dan sosial berbasis prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Di antaranya pembangunan nursery untuk kegiatan reklamasi, metode hydroseeding untuk konservasi tanah, hingga fasilitas TPS3R dan Rumah Grievance sebagai sarana pengelolaan sosial berbasis dialog.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

“Komitmen kami tidak berhenti di ranah teknis, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dari perubahan ini,” ujar Vanda.

Jurnalisme Komunitas untuk Transparansi Industri

Ketua JUWITA, Kartini Nainggolan, menekankan pentingnya jurnalisme komunitas dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas di sektor industri, khususnya pertambangan.

“Pelatihan ini sangat penting karena kami melihat kebutuhan untuk menghadirkan narasi yang lebih utuh tentang praktik bisnis berkelanjutan. Industri berkembang sangat cepat, dan masyarakat perlu memiliki kapasitas untuk memahami dan menyampaikan apa yang benar-benar terjadi,” jelas Kartini saat membuka pelatihan di Hotel Metro, Morowali.

Ia juga berharap pelatihan ini bisa memperluas wawasan peserta dalam menyusun liputan yang berimbang. “Harus bisa melihat dua sisi. Bukan hanya kritik, tapi juga apresiasi terhadap upaya perusahaan. Ini adalah bagian dari membangun ekosistem keberlanjutan yang sehat,” tambahnya.

Konsistensi untuk Pertambangan Berintegritas

Dengan pendekatan yang konsisten antara praktik lapangan dan komunikasi berbasis nilai, PT Vale terus memperkuat posisinya sebagai pionir dalam pertambangan berkelanjutan. Melalui sinergi bersama komunitas lokal, perusahaan berharap kehadirannya dapat memberikan dampak positif, baik di tingkat nasional maupun global.

“Ini bukan hanya tentang Vale, tapi tentang wajah pertambangan Indonesia ke dunia. Dan itu dimulai dari bagaimana kita membangun literasi keberlanjutan sejak hari ini,” pungkas Vanda.(**)