Dokter RSUD Kolaka Timur Keluhkan Fasilitas Minim dan Insentif Tak Transparan
KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Sejumlah dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, mengungkapkan keluhan serius terkait minimnya fasilitas pendukung kerja dan kehidupan mereka. Kondisi ini dinilai menghambat pelayanan kesehatan optimal kepada pasien.
Menurut penuturan para dokter yang enggan disebutkan namanya, masalah fasilitas terjadi pada dua sisi: penunjang medis di rumah sakit dan sarana tinggal bagi tenaga medis. Di rumah sakit, keterbatasan alat medis membuat pelayanan tidak maksimal. Sementara untuk tempat tinggal, pemerintah daerah hanya menyediakan rumah kosong yang dihuni bersama oleh beberapa dokter.
“Rumah itu tidak memiliki tempat tidur. Kami harus membeli sendiri supaya bisa beristirahat setelah bertugas,” ujar dr. Asty R. Bennu seorang dokter gigi di RSUD Koltim.
Keluhan ini sudah berulang kali disampaikan ke pihak rumah sakit dan pemerintah daerah. Jawaban yang diterima selalu sama: janji penambahan fasilitas setelah perubahan anggaran. Namun, hingga kini janji itu belum terwujud.
Masalah lain yang menjadi sorotan adalah dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan insentif dokter. Beberapa dokter mengaku tidak mengetahui mekanisme dan besaran pasti insentif yang mereka terima setiap bulan.
“Tidak ada keterbukaan. Kami tidak tahu dasar perhitungan insentif itu, dan terkadang jumlahnya berubah tanpa penjelasan,” kata dr. Febriandry seorang Patologi Klinik di RSUD tersebut,
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Kolaka Timur dan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur belum memberikan klarifikasi resmi atas keluhan tersebut.
Reporter: Dekri







