oleh

Dituding Paksa Penumpang, PT. Pelayaran Dharma Indah sebut Kepala Syahbandar Raha Mengada-ngada

-INFO DAERAH, MUNA-2.358 views

RAHA, TRIASPOLITIKA.ID – PT. Pelayaran Dharma Indah menyebut Plh. Kepala Syahbandar Raha, mengada-ngada atas informasi yang kerap ia berikan, termaksud tudingan pemaksaan terhadap para penumpang yang dilakukan oleh karyawan PT. Pelayaran Dharma Indah.

Humas PT. Pelayaran Dharma Indah, Katon JR saat ditemui Triaspolitika.id merasa keberatan atas tuduhan yang disampaikan Plh. Kepala Syahbandar Raha, Laode Zamaluddin.

Menurutnya, tudingan tersebut merupakan fitnah bagi perusahaan PT. Pelayaran Dharma Indah.

“Tidak benar kalau ada hal seperti itu, dan itu merupakan fitnah bagi perusahaan kami,” ujar Kanton saat ditemui Triaspolitika.id Kamis, (18/11/2021).

Selain itu, Kanton juga membantah pernyataan Laode Zamaluddin yang menyatakan di salah satu media, bahwasanya sejumlah penumpang merasa tidak nyaman saat berada di pelabuhan, karena mereka ditarik-tarik oleh karyawan untuk membeli tiket.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Raha

Kata Kanton, karyawan loket dari PT. Pelayaran Dharma Indah tidak pernah memaksa penumpang yang hendak berangkat menggunakan jasa kapal 7F.

“Jadi kalau bahasa pemaksaan hingga menarik-narik penumpang, itu mengada-ngada,” ujar Kanton.

Lanjut Kanton, Karyawan PT. Pelayaran Dharma Indah dibekali dengan atribut perusahan seperti seragam dan Id Card perusahaan.

“Kalau terjadi pemaksaan, itu dilakukan oleh buruh. Buruh kalau melihat penumpang memiliki barang, mereka kadang meminta penumpang untuk dipikul ke kapal, kesannya pemaksaan, tapi sebenarnya juga bukan pemaksaan,” katanya.

Lebih lanjut Kanton mengatakan, jika pihaknya juga telah mempertanyakan kepada pihak Syahbandar terkait adanya informasi tersebut, namun pihak Syahbandar tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut

“Kami sudah menanyakan kepada pihak Syahbandar atas informasi tersebut, kami tanyakan penumpang mana yang kami paksa serta tarik tarik. kenapa ketika ada pemaksaan tidak dilaporkan langsung ke kantor cabang kami, atau laporkan kepada KP3 sebagai pengamanan di pelabuhan, itu juga tidak bisa di jawab oleh Syahbandar,” jelasnya.

Katon membeberkan awal mula dari lontaran kata itu bermula dari aduan dari pihak PT. Putra Maju Global, saat itu salah satu Armada mereka Putri Anggraini 03 melakukan penurunan harga tiket yang berawal dari Rp130 ribu turun hingga 90 ribu rupiah.

“Tentu saja penurunan harga tiket yang dilakukan pihak Putri Anggraini menyebabkan kapal kami akan mengalami penurunan drastis penumpang,” terangnya.

Melihat penurunan harga tiket tesebut, saat itu pihak PT Pelayaran Dharma Indah tak terima, dan ikut menurunkan harga tiket.

“Kami turunkan harga tiket Rp80 ribu untuk kelas ekonomi, dan untuk kelas VIP Rp150,” katanya.

Tidak terima penurunan harga tiket yang dilakukan PT. Pelayaran Dharma Indah pada Armada kapal 7F, pihak PT. Putra Maju Global dengan armada Putri Anggraini 03, kemudian melaporkan kejadian tersebut di DPRD Muna, agar dilakukan pemanggilan.

Pihak DPRD Muna pun melakukan pemanggilan dan Rapat Dengar Pendapat kepada kedua perusahaan serta sejumlah pihak terkait.

“Dari rapat yang dilakukan DPRD Muna, kami pun tak diberi ruang yang banyak untuk berbicara mengkalirifikasi pernyataan jika kami yang memulai penurunan harga hingga dituding paksa-paksa penumpang,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad

Komentar

BERITA PILIHAN